23 Penambang di Sulut Berhasil Dievakuasi, 4 Orang Meninggal

Petugas menggotong salah seorang penambang yang selamat dari lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondouw, Sulawesi Utara, Rabu (27/2 - 2019). Sebanyak 23 orang penambang tertimbun longsor, 19 orang diantaranya selamat dan 4 orang tewas. (Antara/Adwit B Pramono)
28 Februari 2019 11:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, BOLAANG MONGONDOW – Sebanyak 23 korban longsor di areal penambangan rakyat di Desa Bakan Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Sulut) berhasil dievakuasi.

Kepala Pusat Data dan Informasi Sutopo Purwo Nugroho dalam dalam siaran pers yang diterima Antara mengatakan, longsor terjadi saat kurang lebih 60 orang menambang emas pada Selasa (28/2/2019) pukul 21.10 WITA.

Pada saat mereka menambang emas di lokasi tersebut tiba-tiba tiang dan papan penyanggah lubang galian patah akibat kondisi tanah yang labil serta banyaknya lubang galian tambang.

Material longsor kemudian menimbun puluhan penambang yang berada di kawasan perbukitan tersebut.

Hingga Rabu (27/2/2019) malam, sebanyak 23 orang korban berhasil dievakuasi, di mana empat orang meninggal dunia dan 19 orang selamat dalam kondisi luka ringan dan luka berat, diperkirakan sekitar 37 orang masih tertimbun longsor.

Evakuasi dilakukan tim SAR gabungan dari BPBD Bolaang Mongondow, TNI, Polri, Basarnas, SKPD terkait, relawan dan masyarakat.

Pencarian dilakukan secara manual karena kondisi medan berada pada lereng dengan kemiringan cukup curam.

Bupati Bolaang Mongondow bersama Sekretaris Daerah dan Kapolres telah meninjau lokasi kejadian pada Rabu siang kemarin.

Untuk personel Tim SAR gabungan yang sebelumnya berjumlah 20 orang, akan mendapatkan tambahan personel dari Polres Kotamobagu dan Kompi Brimob Inuai Bolang Mongondow sebanyak 60 personel.

Kolom 15 hours ago

Cukai Plastik