Neno Warisman Sebut Puisinya Kutip Hadis, Bandingkan Isi & Konteksnya

Wakil ketua tim pemenang calon presiden pasangan no urut 02 Prabowo Subianto- Sandiaga Salahudin Uno, Neno Warisman menyampaikan orasi politik saat menghadiri silaturahmi dan deklarasi pemenangan pilpres di Banda Aceh, Minggu (30/9 - 2018). (Antara/Ampelsa)
27 Februari 2019 22:36 WIB Adib Muttaqin Asfar, Suara.com Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga, Neno Warisman, akhirnya buka suara soal polemik doa yang terdapat dalam puisinya berjudul Munajat 212. Neno mengakui puisi itu dia kutip dari salah satu hadis yang berlatar belakang perang Badar.

Puisi yang dibacakan Neno saat aksi Munajat 212 di Monas, Jakarta, beberapa waktu lalu itu membuat geger publik karena dituding menancam Tuhan.

Bait puisi Neno yang kontroversial itu adalah: “Jangan, jangan Engkau tinggalkan kami dan menangkan kami//Karena jika Engkau tidak menangkan//kami khawatir ya Allah//Kami khawatir ya Allah//tak ada lagi yang menyembah-Mu.”

Namun, Neno mengatakan tudingan itu bergulir karena banyak yang belum mengetahui bait puisi itu dikutipnya dari Alhadis. Hal tersebut diutarakan Neno saat ditanya pegiat pendidikan Indonesia, Profesor Arief Rachman, dalam acara dialog kebangsaan di Roemah Djoeang, Jl Wijaya I, Jakarta Selatan, Rabu (27/2/2019).

"[puisi kontroversial] Ceritanya bagaimana itu?" tanya Arief yang dilansir Suara.com.

Mendengar pertanyaan itu, senyum Neno melebar. Neno menjawab kehebohan itu lantaran banyak yang tidak mengetahui soal doa yang disampaikannya. "Jadi, karena ada peristiwa itu, semua menjadi tahu itu adalah doa dari Alhadis. Itu dari Hadis nomor 1763,” kata Neno.

Hadis yang dimaksud Neno adalah hadis riwayat Muslim. Latar sejarah hadis itu adalah saat Rasulullah SAW menjalani perang Badar.

Saat itu Rasulullah SAW dengan pasukan muslim yang jumlahnya 313 orang melawan pasukan Quraisy dari Mekkah yang berjumlah 1.000 orang. Kemudian, Rasulullah SAW bermunajat kepada Allah SWT agar pasukannya bisa menang atas lawan yang jumlahnya 3 kali lipat itu.

Sebagai catatan, Perang Badar adalah pertempuran besar pertama yang dimenangi oleh umat Islam. Di Bulan Ramadan, pasukan Quraisy yang dipimpin Abu Jahal berniat menyerbu umat Islam. Abu Jahal sendiri terbunuh dalam pertempuran dengan pasukan Muslimin di Lembah Badar itu.

Waktu itu, pasukan yang dipimpin Nabi merupakan orang-orang awal yang memeluk Islam. Karena itu, perang Badar menjadi momen menentukan masa depan umat Islam yang kala itu belum lama hijrah dari Mekkah ke Madinah.

“Ya Allah Azza wa Jalla, penuhilah janji-Mu kepadaku. Ya Allah Azza wa Jalla berikanlah apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah Azza wa Jalla, jika Engkau membinasakan pasukan Islam ini, maka tidak ada yang akan beribadah kepada-Mu di muka bumi ini,” bunyi doa Rasulullah yang diriwayatkan dalam Muslim 3/1384 hadits no. 1763 tersebut.