Bandara Adi Soemarmo Gagalkan Pengiriman Paket Ular Dalam Botol

Ilustrasi bongkar muat bagasi di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah. (Bisnis/Abdullah Azzam)
27 Februari 2019 21:30 WIB Farida Trisnaningtyas Nasional Share :

Solopos.com, BOYOLALI — Terminal Kargo Bandara Adi Soemarmo mengamankan paket yang berisi ular pada Jumat (22/2/2019) akhir pekan lalu. Hal ini diketahui setelah bungkusan berisi ular tersebut terdeteksi tidak sesuai dengan data pada keterangan paket saat melewati proses screening.

Namun demikian, paket berisi ular ini akhirnya dikembalikan oleh petugas Angkasa Pura Logistik Bandara Adi Soemarmo kepada DEA Cargo. Selanjutnya, ular-ular itu diserahterimakan kepada pecinta reptil, Selasa (26/2/2019).

Pejabat Humas Bandara Adi Soemarmo, Danar Dewi, mengatakan penemuan paket berisi ular tersebut terjadi pada 22 Februari 2019 lalu. Menurutnya, semula paket tersebut dikirim melalui DEA Cargo Bandara Adi Soemarmo.

“Pada saat screening, isi dengan keterangan pada surat pengiriman tidak sama. Di keterangan tertulis aksesoris. Kami kembalikan ke DEA Cargo karena tidak sesuai isinya,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (27/2/2019).

Lebih lanjut Danar memaparkan sejauh ini tidak ada konsekuensi hukum atau sanksi dari pihak bandara terkait kejadian tersebut. Hal ini karena barang atau paket itu bukan barang yang dilindungi atau dilarang. Karena itu, paket tersebut hanya dikembalikan karena isinya tidak sesuai.

Sementara itu, Pimpinan Angkasa Pura Logistik Bandara Adi Soemarmo, Candra Karamoi, mengatakan untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang lagi pemeriksaan setiap pengiriman barang yang melalui kargo bandara makin ditingkatkan.

“Dalam hal ini kami berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti karantina, dan jasa titipan dengan memberikan sosialisasi agar kejadian ini tidak terulang lagi. Selain itu, kami juga memberikan pembinaan bersama dengan karantina terkait,” paparnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, paket tersebut berisi sebanyak tiga ekor ular yang dikemas dalam botol bekas minuman karbonasi. Sebelumnya, beredar informasi melalui media sosial Facebook ada paket melalui kargo Bandara Adi Soemarmo dari Ponorogo tujuan Palangkaraya berupa botol minuman yang berisi ular.