Disdukcapil Jabar Pastikan Warga China Tak Masuk DPT, Cuma WNI Salah NIK

Gambar e/KTP yang tertulis atas nama warga negara China di media sosial. (Twitter mpuanon)
27 Februari 2019 20:00 WIB Wisnu Wage Pamungkas Nasional Share :

Solopos.com, BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan tenaga kerja asing (TKA) pemilik e-KTP di Cianjur, Jawa Barat, tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019. Hanya ada kesalahan dalam input data nomor induk KTP (NIK) untuk input data seorang warga negara Indonesia (WNI).

Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Jabar Heri Suherman mengatakan kasus di Cianjur tersebut bukanlah WNA masuk dalam DPT. Tetapi ada data WNI asal Cianjur yang salah dalam input sehingga NIK-nya sama dengan NIK WNA pemilik e-KTP yang viral itu.

"Di Cianjur itu bukan orang asing yang masuk DPT, jadi yang masuk ke DPT itu warga Indonesia orang Cianjur, tetapi kesalahan input data sehingga NIK-nya itu NIK WNA," ujarnya di Bandung, Rabu (27/9/2019).

Dia menjelaskan secara aturan warga negara asing memang berhak memiliki e-KTP. Menurut UU No 24/2013, mereka yang wajib memiliki e-KTP adalah WNI dan WNA berumur 17 tahun atau sudah menikah.

"Jadi bukan hanya WNI tapi WNA pun wajib tapi dengan syarat tertentu memiliki KITAP [Kartu Izin Tinggal Tetap]. Semua WNA yang punya KITAP itu wajib memiliki KTP," katanya.

Ditanya mengenai jumlah WNA yang telah memiliki e-KTP di Jabar, Heri mengaku tidak memiliki data persis mengingat kewenangannya berada di pemerintah pusat dan juga pemerintah kabupaten/kota.

"Berapa orang asing yang sudah memiliki KTP itu memang data base-nya ada di pusat. Provinsi tidak bisa mengakses itu. Adanya [data itu] di kabupaten/kota dan pusat," ujarnya.

Sumber : Bisnis/JIBI