India Serang Wilayah Pakistan, Sebut Sasarannya Kamp Militan

Ilustrasi pesawat tempur Mirage 2000 Angkatan Udara India. - indian express
26 Februari 2019 13:07 WIB R Bambang Aris Sasangka Internasional Share :

Solopos.com, ISLAMABAD – Pesawat-pesawat tempur India pada Selasa (26/3/2019) melakukan penyerangan ke dalam wilayah Pakistan, yang disebut untuk menyerang kamp kelompok militan teroris.

"Angkatan Udara melakukan serangan udara pagi ini di kamp-kamp teror di sepanjang LoC [Line of Control] dan memusnahkan semuanya," ujat Menteri Negeri Urusan Pertanian India, Gajendra Singh Shekhawat, dalam cuitan di Twitter.

Militer Pakistan mengonfirmasikan adanya pelanggaran wilayah udara oleh pesawat India, namun tak ada kerugian apa pun. "Pesawat-pesawat India masuk dari sektor Muzafarabad," kata juru bicara militer Pakistan, Mayjen Asif Ghafoor, dalam pernyataan di Twitter, merujuk pada wilayah yang menjadi bagian Pakistan di wilayah Kashmir yang dikuasai negeri itu. Ghafoor menambahkan bahwa “karena menghadapi reaksi yang cepat dan efektif dari Angkatan Udara Pakistan,” pesawat India “melepaskan muatannya secara serampangan saat kabur dan muatan itu jatuh di dekat Balakot. Tak ada kerusakan atau korban.”

Ghafoor lantas mengunggah empat foto yang disebut merupakan lokasi di mana pesawat India “menjatuhkan muatannya” di dekat Balakot. Foto memperlihatkan kawah mirip bekas ledakan bom di sebuah area hutan, namun tak terlihat kerusakan serius di sekitarnya.

Balakot, sebuah kota di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, terletak sekitar 50 km dari Line of Control (LoC), yang menjadi tapal batas wilayah Kashmir yang dikuasai India dan Pakistan.

India selama ini menuduh kelompok militan separatis Kashmir yang ingin wilayah Kashmir India merdeka berpangkalan di wilayah Pakistan dan dilatih serta didukung unsur militer dan intelijen Pakistan. Pakistan selama ini pula selalu menyangkal tuduhan itu.

Perkembangan baru ini menyusul pecahnya ketegangan baru di antara kedua negara bertetangga itu sejak terjadinya serangan bom bunuh diri pada 14 Februari lalu di wilayah Kashmir India yang menewaskan 40-an personel polisi paramiliter India. Sebuah kelompok militan yang berbasis di Pakistan, Jaish-e-Mohammad, mengklaim sebagai pelaku serangan. Pemerintah India pun menuduh Pakistan mendukung kegiatan kelompok itu.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menyangkal keterlibatan negaranya dalam aktivitas kelompok itu. Dia menawarkan bantun penyelidikan atas serangan itu jika India mampu memberikan bukti-bukti yang nyata. Kelompok yang sama juga pernah memicu krisis hubungan antara India-Pakistan saat mereka menyerang gedung parlemen India di New Delhi pada 2001 silam.

Sumber : Reuters