Membandingkan Kartu ”Sakti” Jokowi pada 2014 & 2019

Siswa menunjukan Kartu Indonesia Pintar usai penyerahan Kartu Indonesia Pintar dan Program Keluarga Harapan oleh Presiden Joko Widodo di Gor Tri Dharma, Gresik, Jawa Timur, Kamis (8/3/2018). - Antara/Zabur Karuru
26 Februari 2019 10:40 WIB Danang Nur Ihsan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA – Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) menjanjikan tiga kartu baru yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Sembako Murah, dan Kartu Pra-Kerja saat berpidato di acara Konvensi Rakyat di Sentul, Bogor, Minggu (24/2/2019).

Janji kampanye yang disampaikan Jokowi itu seperti mengulangi cerita kampanye pada 2014 lalu. Lima tahun lalu, Jokowi yang berduet dengan Jusuf Kalla (JK) juga mengeluarkan tiga kartu ”sakti” yang menyasar warga miskin yaitu Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Politikus Partai Gerindra Rahayu Saraswati di Jakarta, Senin (25/2/2019), mempersilakan masyarakat menilai dari program-program yang dulu dijanjikan dan realisasi program itu. ”Pelaksanaan kartu-kartu ini harus jelas karena kalau hanya mengubah nama, padahal programnya sudah ada ya itu pun harus disampaikan ke masyarakat,” kata dia.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imim menyebut tiga kartu yang ditawarkan Jokowi itu berdasarkan hasil evaluasi kerja selama lima tahun dan mengacu kepada kebutuhan rakyat. ”Karena itu yang disebut pentingnya pengalaman di situ agar track rencana pembangunan betul-betul sesuai kebutuhan masyarakat," kata dia.

Solopos.com merangkum berbagai fakta tentang  kartu ”sakti” yang ditawarkan Jokowi pada 2014 dan 2019 tersebut dari berbagai sumber, Senin (25/2/2019).

Janji 2014

Kartu Indonesia Pintar (KIP)

KIP ditujukan bagi siswa SD-SMA. Anggaran KIP pada 2014 adalah Rp6,2 triliun yang menyasar 12 juta siswa. Pada 2019, KIP diterima 20,1 juta siswa SD sampai SMA/SMK dengan anggaran total Rp11,2 triliun.

Kartu Indonesia Sehat (KIS)

KIS diberikan kepada anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sehingga tidak menggeser Sistem JKN. Pada 2015 terdapat 86,4 juta jiwa penerima kartu ini dan menjadi 96,8 juta jiwa pada 2019 (anggaran Rp26,7 triliun).

Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)

KKS adalah pergantian dari Kartu Perlindungan Sosial yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. KKS menggunakan anggaran Rp6,2 triliun dan setiap keluarga akan mendapatkan Rp200 ribu per bulan.

Janji 2019

Kartu Sembako Murah

Kartu ini dijanjikan untuk melengkapi Program Keluarga Harapan dan rastra (beras sejahtera). Pada 2019 sudah terdapat anggaran PKH Rp34,3 triliun untuk 10 juta keluarga dan bantuan sosial pangan/BPNT Rp20,8 triliun untuk 15,6 juta keluarga.

KIP Kuliah

KIP Kuliah akan menyasar mahasiswa dari keluarga tidak. Bila melihat APBN 2019, ada program bantuan untuk mahasiswa yaitu Bidik Misi. Pada 2019, anggaran Bidik Misi Rp4,9 triliun untuk 471.800 mahasiswa (rata-rata Rp10,38 juta/mahasiswa/tahun).

Kartu Pra-Kerja

Kartu Pra-Kerja diberikan kepada warga agar bisa mendapatkan layanan vokasi. Dalam APBN 2019, anggaran vokasi Rp16,8 triliun. Ada enam kementerian yang menangani vokasi dengan sasaran lebih dari 1 juta peserta pelatihan.

Sumber : Newswire