Peniru Kim Jong Un Dideportasi, Peniru Trump Boleh Tinggal di Vietnam

Pemimpin Korea Utara Kim Jong/un tiruan (diperankan sorang peranakan Australia/China Howard X) dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiruan (diperankan Russell White) barakting di depan Hotel Metropole Hanoi, Vietnam Jumat 22 Februari menjelang pertemuan puncak Donald Trump dan Kim Jong/u. Reuters/Jorge Silva
25 Februari 2019 16:45 WIB Iim Fathimah Timorria Internasional Share :

Solopos.com, JAKARTA - Peniru Kim Jong Un menarik perhatian warga Hanoi, Vietnam beberapa hari lalu akan dideportasi oleh otoritas setempat sebelum pelaksanaan pertemuan tingkat tinggi Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump pekan ini.

Howard X yang mendandani dirinya seperti Kim dan rekannya, Russell White, peniru Trump membuat geger penduduk Hanoi saat menampakkan diri di Metropole Hotel, lokasi yang disebut sebagai tempat alternatif pertemuan kedua petinggi negara.

Mereka berdua berpura-pura mengadakan pertemuan sebagaimana pemimpin asli kedua negara. Aksi Howard X dan White itu sontak menarik perhatian media setempat.

Atas aksi tersebut, mereka pun diinterogasi oleh pihak berwenang setempat. Howard yang berasal dari Hong Kong pun harus menghadapi ancaman deportasi. Ia diberi tahu bahwa visa yang ia pegang tidak valid namun tak dijelaskan lebih lanjut alasan deportasi itu.

"Alasan sebenarnya [saya dideportasi] adalah saya dilahirkan dengan wajah yang tampak seperti Kim Jong Un, dan hal itu dianggap sebagai kejahatan," kata Howard pada wartawan, Senin (25/2/2019), sebagaimana dikutip Channel News Asia. Ia didampingi oleh tiga orang dari pihak berwenang Vietnam dan akan diantar ke bandara untuk kembali ke negara asalnya.

Ketika Howard diusir dari Vietnam, Russell White tetap diperkenankan berada di sana, namun ia dilarang untuk tampil menyerupai Trump di depan umum.

Ini bukan kali pertama Howard X melakukan aksi peniruan terhadap Kim Jong-un. Saat pertemuan perdana Trump dan Kim pada Juni lalu di Singapura, ia melakukan aksi satir yang mengakibatkan dirinya ditahan oleh pihak berwenang selama beberapa saat.

Dia juga muncul pada Olimpiade Musim Dingin 2018 di Korea Selatan, di mana dia menari di depan tim pemandu sorak Korea Utara sebelum diamankan oleh pihak keamanan.

Sumber : Bisnis.com