Jumlah Kasus Kejahatan Seksual di AS dan Eropa Terus Meningkat

Ilustrasi kasus kejahatan seksual. - malaysianinsights.com
25 Februari 2019 04:00 WIB R Bambang Aris Sasangka Internasional Share :

Solopos.com, JENEWA - Data dan statistik dari berbagai organisasi menunjukkan bahwa jumlah kasus kejahatan seksual terhadap perempuan di Uni Eropa dan Amerika Serikat  (AS) telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.

Sejak 1993, PBB telah mendefinisikan kekerasan terhadap perempuan sebagai "tindakan kekerasan berbasis gender yang menghasilkan, atau kemungkinan mengakibatkan, kerusakan fisik, seksual atau psikologis atau penderitaan bagi perempuan." Mengukur kejahatan seksual sulit dan tidak ada sumber data tunggal yang memberikan gambaran yang dapat dipercaya tentang kejahatan tersebut. Statistik biasanya menunjukkan sejauh mana kejahatan tersebut dilaporkan kepada polisi, bukan dari jumlah yang sebenarnya terjadi.

Menurut portal statistik yang berbasis di New York, Statista, yang diberitakan Anadolu Agency pada Minggu (24/2/2019), kasus pemerkosaan di AS mencapai 99.856 kasus pada tahun 2017, dengan angka nasional sebesar 30,7 kasus per 100.000 orang, .Menurut Statista, Negara Bagian Alaska menduduki peringkat teratas dengan 116,7 kasus pemerkosaan yang dilaporkan per 100.000 penduduk, diikuti oleh 70,6 kasus di Michigan, 68,8 kasus di Colorado, dan 68,4 kasus di South Dakota.

Statistik dari Jaringan Nasional Pemerkosaan, Penyalahgunaan dan Incest (RAINN), sebuah organisasi anti kekerasan seksual yang berbasis di Washington, D.C., memilki kesimpulan yang lebih suram: kasus kekerasan seksual terjadi setiap 98 detik di AS. Sekitar 80.600 tahanan, 18.900 personel militer, 60.000 anak-anak, dan 321.500 warga sipil di AS mengalami kekerasan seksual atau pemerkosaan setiap tahun. Menurut RAINN sebanyak 90 persen korban adalah perempuan.

RAINN juga mengungkapkan, bahwa satu dari setiap enam wanita Amerika telah menjadi korban pemerkosaan atau percobaan pemerkosaan dalam hidupnya. Dari jumlah total kasus yang dilaporkan ke polisi, organisasi Aliansi Connecticut untuk Mengakhiri Kekerasan Seksual menemukan bahwa hanya sekitar 2 persen dari laporan yang ternyata palsu.

Sementara itu menurut kantor statistik Uni Eropa, Eurostat, pada 2015 polisi mencatat 215.000 kejahatan seksual. Dari angka itu, 80,000 kasus adalah pemerkosaan. Swedia menempati urutan pertama dalam jumlah kekerasan seksual, dengan 178 kejahatan seksual yang tercatat per 100.000 penduduk. Skotlandia ada di tempat kedua dengan 163 kasus per 100.000 penduduk, Irlandia Utara dengan 156 kasus, Inggris dan Wales dengan 113 kasus, dan Belgia dengan 91 kasus.

Sumber : Newswire