Dishub Solo Rencanakan Pemasangan Barikade Lagi Jl. Adisucipto

Water barrier untuk pemisah jalur jalan. (Solopos/Dok)
23 Februari 2019 11:10 WIB Ichsan Kholif Rahman Nasional Share :

Solopos.com, SOLO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo akan mengkaji pemasangan kembali barikade atau water barrier yang terpasang di Jl. Adi Sucipto tepat di depan Hotel Fave. Hal itu sebagai langkah upaya untuk mencegah timbulnya kecelakaan fatal seperti yang terjadi beberapa waktu lalu yang mengakibatkan pengendara roda dua meninggal.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Hari Prihatno, saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya Jumat (22/2/2019) mengatakan dahulu pelepasan barikade itu merupakan permintaan masyarakat. Namun, kini kawasan itu direncanakan akan dilakukan pemasangan barikade kembali.

“Kami akan koordinasi dulu dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Solo untuk pemasangan barikade ini baiknya seperti apa dan waktu pemasangannya,” ujarnya.

Ia menambahkan dengan dipasangnya barikade sebagai median jalan, masyarakat Kota Solo dapat berputar arah di tempat yang diperbolehkan. Menurutnya, saat ini masyarakat belum muncul kesadaran untuk berputar sedikit lebih jauh. Padahal, hal itu sebagai upaya untuk mencegah timbulnya kecelakaan.

Kanit Laka Satlantas Polresta Solo, Iptu Bambang Subekti, mengatakan menyambut baik langkah yang akan dilakukan oleh Dinas Perhubungan.

“Satlantas juga telah memohon pemasangan barikade itu. Banyaknya penyebrang jalan dan kurang hati-hatinya pengendara di ruas jalan utama menyebabkan kecelakaan. Tidak mengurangi rasa hormat kepada warga dan pengendara untuk silakan sedikit berputar demi keselamatan,” ujarnya.

Ia menambahkan pemasangan barikade berdasarkan korban meninggal pada kecelakaan beberapa waktu lalu. Nantinya, apabila ditutup ruas jalan itu, pengendara dari arah barat berputar di Simpang Empat Tugu Wisnu.

Berdasarkan pantauan Solopos.com di lokasi, pengendara dari Jl. Pakel atau arah utara cukup padat yang menyeberang menuju ke Jl. Adi Sucipto ke arah barat. Sedangkan, markah di lokasi tersebut merupakan markah sambung. Apabila pemasangan barikade dilakukan, pengendara dari Jl. Pakel dapat berputar memutari Tugu Wisnu. Sementara itu, pada sebelah timur Simpang Empat Fajar Indah, terdapat median jalan yang putus sehingga dimanfaatkan pengendara untuk berputar balik.

Iptu Bambang Subekti mengatakan kawasan itu merupakan kawasan terlarang untuk putar balik dari arah barat. Menurutnya, terkadang ada oknum yang membantu kendaraan untuk putar balik. Sudah berulang kali diingatkan petugas, namun tetap dilakukan.