Mendikbud Mintra Praktik Siswa SMK Bukan Praktik Main-Main

Ilustrasi praktik kerja. (Kemendikbud.go.id)
23 Februari 2019 02:00 WIB Ayu Prawitasari Nasional Share :

Solopos.com, BANDUNG — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menargetkan semua SMK nantinya punya teaching factory. Dengan begitu praktik siswa SMK bukan praktik main-main.

Hal itu disampaikan Muhadjir saat meninjau perkembangan bantuan SMK yang disalurkan ke SMKN 9 Bandung. Selama tiga tahun terakhir total bantuan yang disalurkan melalui Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencapai Rp4,339 miliar.

"Saya menyarankan agar mulai digitalisasi di semua program studi. Ini dalam rangka menyongsong industri 4.0.," kata Mendikbud Muhadjir Effendy di SMK Negeri 9 Bandung, Kamis (21/2/2019) seperti dilansir di laman kemdikbud.go.id.

Mendikbud mencontohkan perancangan desain fesyen secara manual yakni menggambar dengan kertas dan pensil. Dia menyarankan juga menggunakan grafis tiga dimensi berbasis komputer. Begitu pula dengan pembuatan kue, harus diajarkan standarisasi dengan peralatan praktik yang dilengkapi dengan sistem digital.

Muhadjir mengatakan kunjungannya ke SMKN 9 Bandung untuk memeriksa perkembangan program revitalisasi, khususnya program keahlian pariwisata serta seni dan industri kreatif. SMKN 9 Bandung dipandang cukup sukses melaksanakan program revitalisasi.

Dalam jangka panjang, Mendikbud mengharapkan semua SMK memiliki teaching factory yang dikembangkan bersama mitra dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI). "Intinya praktiknya anak-anak itu tidak boleh praktik mainan, tetapi praktik yang hasilnya sesuai standar industri dan usaha dan produknya harus bisa dijamin bisa dipasarkan, paling tidak oleh mitra industri," tuturnya.