Polisi Larang Wanita Turkmenistan Mengemudi Tanpa Alasan

Ilustrasi wanita mengemudi (Cosmopolitan)
22 Februari 2019 00:00 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, ASGHABAT – Wanita di Turkmenistan mengeluhkan larangan mengemudi yang dibuat kepolisian. Polisi lalu lintas menyita surat izin milik para wanita Turkmenistan dengan alasan yang terkesan mengada-ada. Hal ini telah terjadi sepekan terakhir.

Sejak akhir pekan lalu, polisi lalu lintas Turkmenistan rajin memberhentikan mobil yang dikemudikan wanita di Kota Asghabat. Padahal, selama ini tidak ada larangan bagi wanita di Turkmenistan untuk mengemudi.

"Polisi tidak menyebutkan larangan atau pelanggaran apapun yang dilakukan kepada para wanita tersebut. Namun, mereka mencari alasan untuk mengambil surat izin mengemudi dan menderek mobil tersebut. Mobil itu diderek jika si pengemudi menolak mengantarkannya langsung ke kantor polisi," ujar salah satu saksi mata yang tak disebutkan namanya seperti dikutip dari BBC, Kamis (21/2/2019).

Menurut keterangan saksi, dalam sehari polisi menyita sekitar 90-120 mobil yang dikemudikan wanita Turkmenistan. Larangan aneh tersebut juga berlaku bagi wanita yang berprofesi sebagai polisi. Sayangnya, pemberlakuan peraturan yang aneh tersebut menuai kontroversi. Sebab, selama ini pemerintah tidak pernah mengeluarkan larangan resmi bagi wanita untuk mengemudi.

Selama ini, Turkmenistan dikenal memiliki sejumlah peraturan aneh. Hal ini terjadi di bawah kepemimpinan Presiden Sparmyrat Nyyazov dan penerusnya, Gurbanguly Berdimuhamedov. Sayangnya, tidak diketahui pasti siapa yang mengusulkan larangan engemudi bagi wanita.

Pada Desember 2018, Menteri Dalam Negeri Turkmenistan, Isgender Mulikov, menyampaikan kepada presiden, wanita sebagai penyebab meningkatnya angka kecelakaan. Laporan tersebut ditanggapi dengan perintah presiden untuk mengatasi masalah tersebut.