Jurnalis Diintimidasi di Munajat 212, Eks Pengacara Rizieq Sebut Ada Kepanikan

Munajat 212 di Monas, Jakarta, Kamis (21/2 - 2019). (Antara/Rivan Awal Lingga)
22 Februari 2019 18:31 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Bekas pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, melihat ada kepanikan yang muncul saat acara keagamaan yang digelar massa gerakan 212 saat diliput awak media. Menurutnya, kepanikan itu muncul lantaran acara-acara yang digelar itu kerap disisipi muatan politik yang mangakibatkan adanya kekerasan terhadap insan pers.

Menurut Kapitra, kepanikan itu juga berkaitan dengan adanya intimidasi terhadap jurnalis yang meliput kericuhan di acara Munajat 212 yang digelar di Monas, Kamis (21/2/2019) malam.

"Saya melihat justru ada panic disorder karena itu agenda kan agenda politik terus, dan wartawan tidak bisa ditutup beritanya dengan peristiwa yang sesungguhnya," kata Kapitra kepada Suara.com, Jumat (22/2/2019).

Menurutnya, intimidasi terhadap wartawan saat peliputan tidak seharusnya dilakukan. Jika memang ada informasi yang tidak sesuai dengan fakta yang di lapangan, pihak penyelenggara atau sumber terkait bisa melakukan hak jawab atau dengan cara yang sudah diatur dalam undang-undang.

Kapitra mengungkapkan apabila acara keagamaan itu memang benar murni acara doa bersama, pihak-pihak yang bertanggungjawab dengan acara tidak perlu panik dengan kehadiran wartawan.

"Kalau kita ikhlas mengerjakan sesuatu, kita kan enggak peduli mau diliput atau tidak diliput. Ini enggak diliput marah sama pers, pers kan punya hak meliput apa ndak," pungkasnya.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mencatat dalam acara Munajat 212, Kamis malam, sejumlah jurnalis mengalami intimidasi dan dipaksa menghapus rekaman momen kericuhan di lokasi itu. Tak hanya itu, ponsel seorang jurnalis juga diambil paksa dan dihapus gambar dan video di dalamnya. Bahkan, jurnalis itu juga dipukul dan dicakar.

Sumber : Suara.com