Luhut: Jokowi Beberapa Kali Ketemu Bos Freeport, Tapi Tanpa Deal

Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Pandjaitan. (Bisnis/Juli Etha Ramaida Manalu)
22 Februari 2019 15:30 WIB Iim Fathimah Timorria Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Bindsar Pandjaitan turut angkat suara perihal isu pertemuan rahasia antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Excecutive Chairman Freeport McMoran James Robert Moffet yang dilontarkan mantan Menteri ESDM Sudirman Said.

Luhut mengakui bahwa Jokowi memang pernah beberapa kali bertemu dengan Moffet. Namun dia menyatakan pertemuan tersebut masih dalam kepentingan nasional.

"Bertemu Presiden kan sering-sering juga, saya juga bertemu Moffet, enggak ada masalahnya," kata Luhut kepada wartawan di kantor CSIS, Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Luhut menegaskan bahwa Jokowi tidak melakukan pertemuan demi kepentingan pribadi atau untuk mencapai kesepakatan yang melanggar aturan. Pertemuan itu, ungkapnya, dilakukan semata-mata untuk kepentingan negara.

"Presiden tidak pernah ada deal [kesepakatan] macam-macam. Beliau selalu dalam koridor kepentingan nasional," tambahnya.

Luhut pun enggan membahas lebih lanjut soal pertemuan itu. Mengenai pertemuan di luar jadwal yang disebut oleh Sudirman Said sebagai "pertemuan rahasia", Luhut menyebutnya sebagai hal yang tidak penting dan melabelinya "kurang kerjaan".

Bola panas pertemuan antara Jokowi dan Chairman Freeport McMoran Inc, Jim Moffet, kali pertama bergulir ketika Sudirman Said--Tim BPN Prabowo-Sandi sekaligus mantan Menteri ESDM--mengungkap pertemuan rahasia itu. Sudirman menyatakan pertemuan itu terjadi di tengah renegosiasi perpanjangan izin operasional perusahaan pada Oktober 2015.

"Saya ungkap ini karena ini hak publik untuk mengetahui di balik keputusan ini," ujar Sudirman dalam diskusi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/2/2019).

Menurut Sudirman, pertemuan berlangsung di luar agenda Presiden yang disusun Sekretariat Negara pada 6 Oktober 2015. Sudirman yang masih menjabat Menteri ESDM kala itu diminta ajudan Presiden untuk ke Istana Merdeka, Jakarta, pada pagi hari. Menurutnya, Jokowi tanpa banyak berbasa-basi memintanya mempercepat proses renegosiasi kontrak Freeport.

Presiden Jokowi menanggapi enteng tuduhan Sudirman Said itu. "Enggak sekali dua kali ketemu, gimana sih kok diam-diam. Ya, ketemu bolak-balik, enggak ketemu sekali dua kali," jelasnya selepas menghadiri acara pembukaan pelatihan saksi TKN Jokowi-Ma'ruf di Hotel El Royal, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (20/2/2019).

Presiden yang kerap mengenakan kemeja putih dengan lengan baju tergulung ini menegaskan pertemuan tersebut merupakan permintaan perpanjangan kontrak dari pihak PT Freeport Indonesia. Tetapi Jokowi menegaskan bahwa keinginannya untuk divestasi saham PT Freeport Indonesia telah bulat.

Sebagaimana diketahui, Indonesia akhirnya bisa menguasai 51% saham PT Freeport Indonesia atau menjadi pemegang saham mayoritas melalui PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) Persero. Menteri ESDM Ignasius Jonan juga menegaskan apapun hasil pertemuan Moffett dengan Presiden sudah tidak relevan lagi karena pihaknya memulai negosiasi divestasi saham Freeport Indonesia dari nol.

Sumber : Bisnis/JIBI