Sejarah Hari Ini: 21 Februari 1848, Manifesto Komunis Diterbitkan

Edisi pertama Manifesto Komunis dalam bahasa Jerman. (Wikimedia.org)
21 Februari 2019 00:20 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, SOLO — Manifesto Komunis yang ditulis Karl Marx dan Friedrich Engels untuk kali pertama diterbitkan, tepat pada 21 Februari 1848, di London, Inggris. Manifesto tersebut sempat beredar di Indonesia di masa pendudukan Jepang meski banyak kesalahan dalam penerjemahannya.

Penerbitan Manifesto Komunis untuk kali pertama itu merupakan salah satu peristiwa pada 21 Februari yang layak dikenang. Berikut ini, Solopos.com merangkum sejumlah peristiwa bersejarah yang dihimpun dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org dalam Sejarah Hari Ini, 21 Februari:

1437
Raja Skotlandia James I tewas dibunuh pamannya, Walter Stewart, yang berupaya menggulingkan James I dari takhtanya. James I kemudian digantikan putra mahkotanya, James II, yang berhasil lolos dari upaya pembunuhan yang juga dilakukan Walter Stewart.

1543
Pasukan Etiopia dan pasukan Portugal menyerang pasukan Adal-Ottoman pimpinan Ahmad bin Ibrahim Al Ghazi yang menduduki kawasan timur Danau Tana, Etiopia. Pertempuran itu dipicu Portugal yang ingin membalas dendam karena sejumlah tentara Adal-Ottoman yang dipimpin Ahmad bin Ibrahim Al Ghazi telah menyerang pasukan ekspedisi dan menjarah senjata milik Portugal. Pasukan Etiopia dan Portugal kemudian berhasil memenangi pertempuran yang dikenang dengan sebutan Pertempuran Wayna Daga itu.

1808
Pasukan Kekaisaran Rusia menginvasi wilayah Swedia dan menuju Finlandia yang kala itu masih wilayah kekuasaan Swedia. Tindakan Rusia itu kemudian memicu Perang Finlandia yang akhirnya dimenangi Rusia. Swedia pun harus merelakan Finlandia menjadi milik Rusia sebelum akhirnya Finlandia merdeka pada 1917.

1848
Manifesto Komunis yang ditulis Karl Marx dan Friedrich Engels untuk kali pertama diterbitkan. Penerbitan pertama manifesto itu dilakukan di London, Inggris. Manifesto Komunis kali pertama diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia pada 1924 oleh Partondo dan kemudian oleh seseorang yang memakai nama pena A. Zain dan diedarkan secara sembunyi-sembunyi pada masa pendudukan Jepang. Namun demikian, setelah diteliti, ditemukan banyak kesalahan dalam terjemahan sehingga membuat terjemahan Manifesto Komunis terus direvisi dan diterjemahkan ulang pada 1948, seratus tahun sejak manifesto ini kali pertama diterbitkan.

Salah satu mortir milik Prancis yang digunakan dalam Pertempuran Verdun, 1916. (Wikimedia.org)
1916
Salah satu pertempuran antara Jerman dan Prancis semasa Perang Dunia I meletus di Verdun-sur-Meuse, Prancis. Pertempuran tersebut berlangsung selama lebih dari sembilan bulan dan berakhir dengan kemenangan Prancis yang mampu menggagalkan upaya Jerman yang merebut wilayah Verdun-sur-Meuse. Peristiwa yang dikenang dengan sebutan Pertempuran Verdun itu merupakan salah satu pertempuran terpanjang dan paling dahsyat selama Perang Dunia I.

1945
Pasukan Jepang melancarkan serangan Kamikaze—serangan bunuh diri menggunakan pesawat tempur—terhadap dua kapal milik Amerika Serikat (AS), USS Bismarck Sea dan USS Saratoga, dalam pertempuran di Iwo Jima, sebelah selatan Jepang. Serangan tersebut berhasil menenggelamkan USS Bismarck Sea dan membuat USS Saratoga rusak parah.

1952
Sejumlah orang di Dhaka, Pakistan Timur—atau kini Bangladesh—melakukan demonstrasi menuntut pemerintah menjadikan bahasa Bengali sebagai salah satu bahasa resmi di Pakistan Timur. Namun, demonstrasi tersebut justru berakhir dengan penembakan yang dilakukan polisi terhadap sejumlah demonstran.

1958
Mesir dan Suriah sepakat mendirikan negara gabungan yang diberi nama Republik Persatuan Arab (RPA). Rakyat kedua negara itu kemudian memilih Gamal Abdul Naser sebagai presiden RPA. Beberapa waktu kemudian, Yaman juga ikut serta dalam RPA. Namun, RPA hanya bertahan tiga tahun dan akhirnya bubar pada 1961.

1972
Wahana luar angkasa tak berawak milik Uni Soviet, Luna 20, diklaim berhasil mendarat di bulan. Peluncuran Luna 20 dilakukan pada 14 Februari 1972. Luna 20 berhasil kembali ke Bumi pada 25 Februari 1972 dan mendarat di wilayah dekat Dzhezkazgan, Kazakhstan.

Riyad Karim Mahrez. (Reuters-David Klein)
1991
Riyad Karim Mahrez dilahirkan di Sarcelles, Prancis. Kini, namanya dikenal luas sebagai pemain sepak bola yang membela salah satu klub di Inggris, Leicester City. Bersama Leicester City, Mahrez pernah meraih gelar juara Liga Inggris pada musim 2015-2016. Meski lahir di Prancis, pemain yang berposisi sebagai winger itu kini memiliki kewarganegaraan Aljazair dan membela Tim Nasional Sepak Bola Aljazair.