Elektabilitas Anjlok di Kalangan Muslim, PDIP Tak Bantah Hasil Survei LSI

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto (kedua kanan) memimpin pembekalan caleg Pemilu 2019 di Jakarta, Minggu (5/8 - 2018). (Antara / Akbar Nugroho Gumay)
21 Februari 2019 21:00 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Elektabilitas Partai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di kalangan pemilih muslik anjlok berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) . Situasi ini menjadi masukan petinggi PDIP menjelang Pemilu 2019.

Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Eriko Sotarduga mengatakan bahwa penurunan merupakan hal wajar. “Ini yang kami harapkan. Karena terkadang evaluasi terlalu tinggi membuat kita menjadi lengah. Ini yang jadi catatan kami untuk tingkatkan pada pemilih muslim,” katanya di Jakarta, Kamis, (21/2/2019).

Eriko tidak menampik data hasil survei LSI karena persentase tingkat kesalahan yang kecil. Meski begitu, dia optimistis target suara partai bisa tercapai.

“Kami juga dari PDIP memang targetkan 25% minimum. Tapi dari progres yang ada, kami yakin bisa lewati,” jelasnya.

Ritme pemilu ini, ucap Erico, harus dijaga. Apalagi efek ekor jas dari calon presiden petahana Joko Widodo yang merupakan kader PDIP sangat terasa.

Sebelumnya, hasil survei LSI menunjukkan suara PDIP turun cukup drastis di segmen pemilih muslim. Dalam kurun waktu enam bulan, LSI mencatat suara PDIP pada Agustus 2018 sebesar 23,2%. Lalu, pada Januari 2019, elektabilitas PDIP di kalangan pemilih muslim turun menjadi 18,4%.

Peneliti LSI Rully Akbar mengatakan turunnya basis pemilih muslim PDIP tak terlepas dari efek pemilihan presiden dimana kubu penantang Jokowi, Prabowo Subianto didukung Ijtima Ulama GNPF.

“Polarisasi yang cukup kuat dari awal ini yang menyebabkan segmen pemilih muslim semakin kuat mendukung partai yang dipimpin Prabowo, yaitu Gerindra. Sebaliknya, elektabilitas PDIP yang turun,” ungkapnya di kantor LSI, Jakarta Timur pada Rabu (20/2/2019).