2020, Jokowi Targetkan 3.000 BLK Komunitas Pesantren di Tanah Air

Jokowi bersilaturahmi dengan keluarga besar Pondok Pesantren Bugen Al-Itqon, Semarang, Jateng, Sabtu (20/10 - 2018). (Setkab/Setpre)
21 Februari 2019 14:23 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, SOLO — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan ada 3.000 balai latihan kerja (BLK) komunitas pesantren di Tanah Air pada 2020.

Tahun ini pemerintah telah membangun 1.000 BLK komunitas di pesantren. Hal itu disampaikan Jokowi saat menyaksikan dan memberikan sambutan pada penandatanganan kerja sama antara Kementerian Ketenagakerjaan dengan pondok pesantren penerima bantuan BLK Komunitas untuk pesantren di Jakarta, Rabu (20/2/2019) seperti dilansir RRI.

“Saya kira kalau cuma 1.000 masih sangat kurang. Tahun depan minimal 3.000 karena jumlah pesantren di Indonesia mencapai 29.000,” kata Jokowi.

Presiden mengungkapkan Indonesia dihadapkan pada bonus demografi. Penduduk usia produktif jauh lebih banyak. Bonus demografi akan menjadi masalah bagi Indonesia jika angkatan kerja tidak memiliki keterampilan kerja. Indonesia harus siap menyongsong bonus demografi dengan menyiapkan angkatan kerja yang terampil.

Penyiapan angkatan kerja terampil melalui BLK komunitas pesantren, menurut Presiden Jokowi, adalah langkah yang sangat efektif. Penyebabnya, pelatihan dilaksanakan di pesantren yang pesertanya menetap. Dengan begitu pelatihan bisa dilakukan kapan saja, siang atau malam.

Selain itu, pesantren diberi kebebasan menentukan jurusan keterampilan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja di daerah setempat. Dengan demikian terjadi link and match.

“Selanjutnya saya akan melihat langsung guna memastikan BLK di pesantren berjalan baik,” ujar Jokowi. Pada 2017, Kementerian Ketenagakerjaan mengawali pembangunan BLK komunitas di 50 pesantren. Sementara pada 2018 naik menjadi 75 BLK. Pada 2019 naik menjadi 1.000 BLK komunitas di pesantren.

“Bapak Presiden langsung memberikan arahan untuk membangun 1.000 BLK komunitas. Saya sampai kaget karena senang sekali melihat komitmen Presiden terhadap dunia pesantren yang begitu konkret,” kata Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri.

Menurut Hanif, terobosan BLK di pesantren karena Presiden Jokowi paham betul bahwa dulu orang mondok di pesantren itu gratis. Santri numpang makan di rumah kiai. Konsekuensinya, selain mengaji, santri harus membantu kegiatan ekonomi kiai.

Kiainya berdagang, santri ikut bantu kiai berdagang. Kiainya bertani, santri ikut bantu bertani. Dampaknya, selesai dari pesantren, santri tak hanya menguasai ilmu agama, namun juga menguasai keterampilan kerja.

“BLK Komunitas di pesantren adalah program pemerintah, inisiatif Bapak Presiden untuk melengkapi soft skill dan pendidikan karakter di pesantren dengan tambahan keterampilan,” jelas Hanif.

Dari 1.000 BLK tersebut, penandatanganan kerja sama tahap pertama dilakukan dengan 500 pesantren. Penandatangan tahap kedua akan dilakukan bulan depan. Tiap BLK komunitas akan menerima Rp1 miliar untuk pembangunan tempat workshop, peralatan, instruktur, serta pelatihan.