Perjalanan Karier Karl Lagerfeld, Desainer Chanel yang Meninggal di Usia 85 Tahun

Karl Lagerfeld (Reuters)
20 Februari 2019 13:40 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, PARISDesainer legendaris, Karl Lagerfeld, meninggal dunia, Selasa (19/2/2019). Pria di balik karya ternama rumah model Chanel itu mengembuskan napas terakhir di usia 85 tahun, akibat penyakit yang dideritanya selama beberapa tahun terakhir.

Dikabarkan The New York Times, kesehatan Karl Lagerfeld menurun sejak absen di pergelaran busana Chanel di Paris Haute Couture pada 22 Januari 2019. Namun, kala itu perwakilan Chanel mengatakan Karl Lagerfeld kelelahan.

Sebelum meninggal dunia, Karl Lagerfeld masih berjalan di runaway mengakhiri fashion show Chanel Metiers D'Art di The Metropolitan Museum of Art di New York pada 4 Desember 2018. Kala itu, dia tampil dengan janggut tebal. Namun, dia tetap mempertahankan ciri khasnya, yakni kacamata hitam dan rambut putih yang dikuncir.

Mengutip Vogue, Rabu (20/2/2019), ketertarikan Karl Lagerfeld di dunia mode berawal sejak remaja. Kala itu, dia sangat suka mengkliping gambar dari majalah fashion. Dia juga dikenal sangat kritis pada busana yang dipakai teman-temannya.

Karl Lagerfeld memulai karier di dunia fashion pada usia 14 tahun dengan restu orang tuanya. Dia pun pindah dari tanah kelahirannya, Jerman, ke Paris, Prancis untuk meewujudkan impiannya. Dua tahun tinggal di Kota Mode, pria kelahiran 10 September 1933 itu memberanikan diri mengikuti kompetisi desain.

Beruntung, Karl Lagerfeld mendapat juara pertama di kategori desain coat. Kemenangan itu membuat jalannya menjadi desainer terbuka lebar. Dia direkrut oleh pendiri rumah mode Balmain, Pierre Balmain. Pada 1958, atau tiga tahun setelah bekerja di Balmain, dia pindah bekerja untuk desainer Jean Patou. Dia mendesain dua koleksi haute couture setiap tahun. Awalnya, koleksi pertamanya yang dipamerkan ke publik menuai banyak kritik.

Meski demikian, semangat Karl Lagerfeld tidak luntur. Selanjutnya dia pindah ke rumah mode Chloe pada 1964. Karyanya berupa surprise skirt yang dipamerkan pada 1973 menuai respons positif. Dari Chloe, Karl Lagerfeld bergabung dengan rumah mode Fendi. Dia menjadi Creative Director brand yang didirikan Adele dan Edoardo Fendi sampai akhir hayatnya.

Pada 1983, Karl Lagerfeld mengembangkan karier dengan bergabung bersama rumah mode Chanel. Kerja sama dengan Chanel inilah yang membuat namanya melambung. Karyanya yang menjabat sebagai Creative Director Chanel dianggap revolusioner dan kekinian.

Karl Lagerfeld memberikan sentuhan modern pada koleksi Chanel. Namun, dia tidak meninggalkan gaya elegan dan kesan klasik dari rumah mode ternama dunia itu. Dia mengenalkan gaya metalik dan futuristik dengan mempertahankan ciri khas Chanel.

Desainer yang juga dikenal sebagai fotografer itu juga mampu memberikan senturan artistik di pergelaran mode Chanel. Dia menyulap runaway Chanel menjadi berbagai tempat seperti airport, roket, supermarket, hingga pantai yang terlihat sangat nyata.

Kolom 9 hours ago

Puser Parto