Jokowi Ungkap 340.000 Ha Lahan Prabowo, Luhut: Itu Efek Kebijakan Satu Peta

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia Luhut Binsar Panjaitan. (Bisnis/Aziz R)
20 Februari 2019 20:30 WIB Aziz Rahardyan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyatakan pengungkapan 340.000 hektare tanah Prabowo Subianto oleh Jokowi dalam debat capres putaran II bukanlah upaya menyerang pribadi. Sebab, angka itu merupakan data publik.

"Pak Jokowi kan [sebelumnya] jelasin. Jelasin bagi-bagi [sertifikat]. Lha kan memang itu UU Agraria itu mewajibkan pemerintah untuk memberikan sertifikat tanah-tanah yang sudah dimiliki oleh rakyatnya," jelas Luhut selepas acara di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (20/2/2019).

"Beliau ndak juga nyerang [pribadi Prabowo]. Beliau juga bilang, tanahnya Pak Luhut ada itu, dibuka aja. Enggak ada masalah, itu kan sekarang data publik," tambahnya.

Purnawirawan Jenderal TNI ini menjelaskan bahwa nantinya Kebijakan Satu Peta akan membuka secara terang peta kepemilikan tanah pribadi di Indonesia. Karena itu, pengungkapan luas tanah milik Prabowo tersebut konteksnya hanyalah mencontohkan semata.

"Sekarang dengan One Map Policy, saya ulangi ya, catat bener-bener, dengan One Map Policy yang sudah diumumkan, bisa kebuka nanti punya Si Fulan berapa sih [tanahnya], propertinya di mana saja. Nanti kau bisa tanya, kamu kok pejabat negara, tidak pedagang, punya tanah di sana-sini, rumah di sana-sini," ungkap Luhut.

"Saya juga punya harta kan ada, ketahuan. Enggak bisa bohong. Kalau nanti ditanya oh, Pak Luhut punya gedung di Kuningan, ya memang punya masa disembunyi-sembunyiin," tambah Luhut sembari tersenyum.

Luhut menduga pihak yang mempersoalkan kepemilikan tanah Prabowo lupa dengan adanya Kebijakan Satu Peta. Kebijakan ini bukan hal baru dan telah dimulai sejak dirinya menjabat sebagai Kepala Sfaf Kepresidenan.

"Tujuannya jangan ada overlapping tanah dan supaya kita tahu siapa saja pemilik tanah yang berlebihan," jelasnya.

Sebelumnya pada debat capres II, Minggu (17/2/2019), capres nomor urut 01 Joko Widodo mengungkap bahwa capres nomor urut 02 Prabowo Subianto memiliki lahan seluas 220.000 hektare di Kalimantan Timur dan 120.000 hektare di Aceh.

Setelah pernyataan tersebut terlontar, kericuhan dan adu mulut sempat terjadi antara BPN Prabowo-Sandiaga dengan Komisioner KPU. Sebab pihak BPN protes, menilai Jokowi menyerang pribadi Prabowo dan menganggapnya sebagai pelanggaran aturan debat.

Sumber : Bisnis/JIBI