Brightness Ponsel Selalu Maksimal, Mata Wanita Ini Dipenuhi 500 Lubang

Ilustrasi mata menatap layar ponse. (Reuters/Dado Ruvic)
19 Februari 2019 22:40 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, TAIWAN — Beberapa pengguna smartphone menyetel brightness atau kecerahan layar ponsel mereka di tingkat maksimal. Namun tahukah anda jika menyetel kecerahan ponsel di tingkat maksimal bisa berakhibat fatal bagi mata?

Dilaporkan World of Buzz, Selasa (19/2/2019), seorang wanita di Taiwan bermarga Chen, 25, mengalami kisah tragis akibat selalu menyetel layar ponsel dengan tingkat kecerahan maksimal. Karena radiasi layar ponsel, mata kanan wanita tersebut dipenuhi 500 lubang.

Kisah tragis itu bermula dari kebiasaan Chen yang menggunakan ponsel dengan tingkat kecerahan maksimal di malam hari tanpa penerangan di kamarnya sejak 2016. Hingga pada awal Maret 2018 lalu, Chen mulai merasakan sakit pada matanya.

Ia awalnya menggunakan obat tetes mata untuk meredakan rasa sakit di matanya. Saat rasa sakit tak tertahankan dan matanya mulai memerah, ia baru memeriksakannya ke dokter.

Sungguh mengejutkan, dokter menyatakan kornea pada mata kiri Chen telah mengalami pendarahan dan penglihatannya tinggal 0,6%. Sedangkan kornea mata kanannya dipenuhi 500 lubang dan penghlihatannya tinggal 0,3%.

Beruntungnya, Chen berhasil pulih setelah menjalani pengobatan selama tiga hari. Ia berhasil selamat dari kisah tragis ancaman kebutaan akibat brightness ponsel.

Menurut dokter yang merawatnya, layar smartphone Chen terus memancarkan cahaya pada 625 lumen. Padahal, tingkat cahaya yang disarankan untuk mata hanya 325 lumen.

"Menggunakan ponsel dengan kecerahan seperti itu selama lebih dari dua jam berarti mata akan memiliki efek yang sama seperti dipanggang dalam microwave," kata dokter.

Pengguna smarpthone disarankan untuk tidak mematikan lampu di malam hari saat menggunakan ponsel mereka. Disarankan pula untuk mengatur kecerahan layar menjadi 250 lumen untuk membantu mengurangi ketegangan dan kerusakan mata.