Puncak Supermoon Malam Ini Pukul 22.35 WIB, Ini Penjelasan BMKG

Ilustrasi supermoon. (NASA)
19 Februari 2019 20:35 WIB Denis Riantiza Meilanova Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Selasa (19/2/2019) malam akan terjadi fenomena Supermoon atau disebut juga Super Snow Moon. Fenomena ini akan menjadi bulan purnama paling besar yang terlihat sepanjang 2019 ini.

Pada malam ini, bulan akan berada pada jarak yang paling dekat dengan Bumi dalam setahun ini sehingga disebut purnama perige atau supermoon. Ini merupakan fenomena yang terjadi tidak di setiap bulan.

Menurut Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), penyebab supermoon tidak terjadi pada bulan-bulan lainnya adalah lama waktu dari satu purnama ke purnama berikutnya dan lama waktu dari saat bulan di perige ke perige berikutnya tidaklah sama.

"Lama waktu dari satu purnama ke purnama berikutnya yang secara rata-rata ditempuh dalam waktu 29,53059 hari atau 29 hari 12 jam 44 menit dan lama waktu dari saat bulan di perige ke perige berikutnya yang secara rata-rata ditempuh dalam waktu 27,55455 hari atau 27 hari 13 jam 18 menit," ujar BMKG lewat akun Twitternya.

"Dan hanya saat bulan dalam fase purnama dan posisinya di sekitar perige-lah, purnamanya disebut purnama perige atau dikenal juga dengan supermoon."

Menurut perkiraan BMKG, bulan akan berada di perige mulai pukul 16.02 WIB dengan jarak Bumi-Bulan sejauh 356.761 kilometer (km). Adapun fase purnama akan mencapai puncak pukul 22.53 WIB dan bisa diamati di seluruh langit Indonesia.

Pada fase tersebut, ukuran semidiameter bulan yang terlihat adalah sebesar 16 menit busur dan 44,51 detik busur. Inilah kondisi bulan purnama paling besar yang terlihat dari Bumi pada tahun ini.

Kondisi tersebut akan berbeda jauh dengan saat purnama apoge atau purnama saat bulan berada dalam posisi terjauhnya dari Bumi. Purnama apoge akan terjadi pada 13-14 September mendatang. Bulan akan berada di apoge pada pukul 20.33 WIB dengan jarak sejauh 406.377 km dari Bumi. Lalu 15 jam kemudian atau 14 September 2019 pukul 11.33 WIB, bulan dalam fase purnama.

Perbedaan ukuran saat purnama perige dan purnama apoge adalah sebesar 14%. "Karena itu, jangan dibayangkan perubahan dari purnama apoge atau purnama biasa ke purnama perige akan ekstrem. Meskipun demikian, perubahan ini cukup, jika diamati detail permukaan bulan dengan teleskop," kata BMKG.

Selain 14% lebih besar, saat purnama perige bulan juga akan terlihat 30% lebih terang dibandingkan saat purnama apoge.

Sumber : Bisnis/JIBI