Koreksi Jokowi Lagi, JK Sebut Tak Asal-Asalan Kritik

Joko Widodo (Jokowi) berjabat tangan dengan Maruf Amin dan Erick Thohir seusai di Jakarta, Jumat (7/9 - 2018). (Antara / Akbar Nugroho Gumay)
19 Februari 2019 20:30 WIB Anggara Pernando Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meyakini koreksi kebijakan oleh dirinya atas sejumlah keputusan pemerintah tidak akan menurunkan elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) dalam kontestasi Pilpres 2019. Tak hanya itu, terakhir dirinya justru mengklarifikasi kepemilikan tanah Prabowo Subianto yang diungkap oleh Jokowi dalam debat capres jilid II.

JK menyebutkan koreksi yang dilakukan terhadap keputusan kementerian/lembaga berdasarkan konteks yang ada. Dia mencontohkan koreksi terhadap kebijakan kereta ringan (LRT). Koreksi disampaikan terhadap para konsultan proyek pemerintah yang membuat pertimbangan sehingga proyek menjadi lebih mahal.

"Karena dalam sidang kabinet menurut menteri kalau di bawah [di atas tanah] ongkosnya 10% saja [dibandingkan dengan melayang]," kata Jusuf Kalla, Selasa (19/2/2019).

Demikian juga dengan pembangunan kereta trans Sulawesi. Jusuf Kalla menyebutkan koreksi dilakukan agar investasi yang mencapai puluhan triliunan Rupiah itu dapat segera mendatangkan pemasukan.

"Saya bilang mau angkut apa. Sekarang dengan masuk sampai pelabuhan bisa mengangkut kargo seperti semen, baru dikembangkan [untuk penumpang]" katanya.

Lebih lanjut Jusuf Kalla menyebutkan dirinya tidak mengkritik asal-asalan dan kritik digunakan untuk kebaikan. "Bukan asal kritik, tapi menghemat uang negara," katanya.

Politikus Partai Golkar ini menyebutkan kritik yang dirinya sampaikan akan meningkatkan elektabilitas Joko Widodo karena meningkatkan efisiensi pemerintah.

Sumber : Bisnis/JIBI