Bela Soal Tanah, JK Kritik Pemahaman Prabowo Soal Unicorn

Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto. (Antara)
19 Februari 2019 18:33 WIB Anggara Pernando Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Meskipun membela kepemilikan perusahaan Prabowo Subianto atas ratusan ribu hektare lahan di Kalimantan Timir, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengkritik pemahaman Ketum Partai Gerindra itu soal unicorn. JK menilai pernyataan calon presiden nomor urut 02 mengenai dampak negatif perusahaan startup itu keliru.

Dalam debat calon presiden yang diselenggarakan oleh KPU pada Minggu (17/2/2019), Prabowo menyebutkan keberadaan startup yang sangat besar dengan valuasi di atas US$1 miliar (unicorn) dapat membuat kekayaan nasional lari ke luar negeri. Hal itu bertolak belakang dari kenyataan bahwa startup mendatangkan investasi yang besar.

"Unicorn dalam praktiknya malah mendatangkan modal asing. Ini membawa uang masuk," kata Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Jusuf Kalla menyebutkan saat ini pemerintah terus mengundang investor masuk untuk menggerakan ekonomi nasional. Keberadaan empat unicorn di tanah air ini justru membuka lapangan kerja bagi jutaan orang.

"Ini memberi [membuka lapangan] kerja ratusan ribu [sampai] jutaan orang. Itu hal yang positif," katanya.

Meski begitu, Jusuf Kalla mengakui meski dalam jangka pendek akan mendatangkan manfaat bagi perekonomian, investor tentu ingin mendapatkan deviden atas investasinya pada masa yang akan datang. "Tapi itu biasa dalam bisnis [penarikan deviden]," katanya.

Jusuf Kalla mengharapkan akan lebih banyak startup baru yang hadir di Tanah Air. Para talenta mudah ini selain memecahkan masalah di tengah masyarakat juga diharapkan membuka lapangan kerja baru dalam jumlah besar.

Ucapan Prabowo soal uang yang mengalir ke luar negeri akibat keberadaan unicorn muncul pasca debat putaran kedua Pilpres 2019, Minggu (17/2/2019). Saat itu, Prabowo Subianto menjawab pertanyaan Jokowi soal infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung unicorn.

"Jadi kalau ada unicorn-unicorn, ada teknologi hebat, saya khawatir ini akan mempercepat nilai tambah dan uang-uang kita lari ke luar negeri. Ya silakan anda ketawa, tapi ini masalah bangsa. Kekayaan Indonesia tidak tinggal di Indonesia," ujar Prabowo.

Saat ini, ada 4 unicorn di Indonesia yakni Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak. Keempatnya memiliki valuasi lebih dari USD1 miliar dengan investasi dari sejumlah perusahaan besar dan konsorsium internasional.

Sumber : Bisnis/JIBI