PAUD Masih Prioritaskan Pendidikan Calistung Jadi Sorotan Kemendikbud

Ilustrasi PAUD (Dok - JIBI/Solopos)
19 Februari 2019 11:07 WIB Ayu Prawitasari Nasional Share :

Solopos.com, MAKASSAR — Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Sesjen Kemendikbud) Didik Suhardi menyoroti lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) yang masih memprioritaskan pelajaran membaca, menulis, dan berhitung (calistung).

Saat Kemendikbud kali pertama memberikan bantuan operasional pendidikan (BOP) untuk lembaga PAUD pada 2016 lalu, ada sekitar 190.000 lembaga PAUD. Saat ini jumlahnya sekitar 246.000 lembaga PAUD di berbagai wilayah Indonesia.

Didik meminta pendidikan karakter menjadi hal yang diprioritaskan dalam PAUD, bukan calistung. "Pendidikan karakter harus ditekankan di PAUD, bukan calistung. Masuk SD tidak boleh ada tes calistung karena pendidikan di lembaga PAUD bukan untuk mengajarkan calistung," ujar Didik dalam dialog dengan Bunda PAUD se-Sulawesi Selatan di Kota Makassar, Sulsel, Sabtu (16/2/2019) seperti dilansir laman kemdikbud.go.id, Minggu (17/2/2019).

Peraturan Pemerintah (PP) No. 17/2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, khususnya Pasal 69 Ayat (5), menyebutkan penerimaan peserta didik kelas I SD/MI atau bentuk lain yang sederajat tidak berdasarkan hasil tes kemampuan calistung atau bentuk tes lain.

Permendikbud No. 51/2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) juga menyebut usia merupakan satu-satunya syarat calon peserta didik kelas I SD, yaitu berusia tujuh tahun atau paling rendah enam tahun pada 1 Juli tahun berjalan.

Didik mengatakan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pendidikan prasekolah tinggi. Yang masih menjadi persoalan adalah standardisasi penyelenggaraan lembaga PAUD, termasuk pengajaran calistung pada anak-anak usia dini.

"PAUD itu filosofinya adalah tempat bermain, taman bermain. Oleh karena itu harus diluruskan," katanya. Mendikbud akan membuat surat edaran ke SD-SD supaya tidak memberlakukan tes calistung pada calon peserta didik kelas I.”

Menurut Didik, saat ini terjadi kesalahpahaman praktik pendidikan di jenjang PAUD dan SD. SD memberlakukan tes calistung untuk calon peserta didik kelas I. secara otomatis lembaga PAUD terpaksa mengajarkan calistung kepada anak-anak usia dini. Padahal yang harus ditekankan dalam penyelenggaraan lembaga PAUD adalah penerapan pendidikan karakter untuk anak usia dini.

Sesjen Kemendikbud dan para pejabat eselon 1 dan 2 di lingkungan Kemendikbud menghadiri acara Dialog dengan Bunda PAUD se-Sulawesi Selatan dalam rangkaian Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan (Gebyar Dikbud) di Kota Makassar. Acara tersebut dihadiri ratusan Bunda PAUD dari tingkat kelurahan, kecamatan, dan kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.