Tim Prabowo Kecewa Unicorn: Tuding Jebakan Hingga Salahkan Bahasa Inggris Jokowi

Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso (kiri) bersama Direktur Program TKN Arya Bima saat memberikan keterangan kepada wartawan usai evaluasi debat perdana di Gedung KPU, Jakarta, Senin (21/1 - 2019). (Bisnis/Jaffry Prakoso)
18 Februari 2019 19:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kubu Prabowo Subianto bereaksi keras atas pertanyaan capres petahana Joko Widodo (Jokowi) tentang infrastruktur apa yang diperlukan untuk mendukung unicorn. Ekspresi kekecewaan itu dilontarkan mulai tuduhan bahwa Jokowi menjebak, hingga menuduh bahasa Inggrisnya belepotan.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Priyo Budi Santoso menilai pertanyaan capres Joko Widodo alias Jokowi soal unicorn ke capres Prabowo Subianto bertendensi jebakan. Sebab, kata dia, hanya segelintir orang yang mengerti maksud dari unicorn tersebut.

"Ini pertanyaan sebenarnya agak aneh bin ajaib, tendensi menjebak. Ada unicorn itu jutaan rakyat mana ada yang tahu. Di sini saja setengah yang tahu," ujar Priyo di Hotel Sultan Jakarta, Minggu (17/2/2019), dilansir Bisnis/JIBI.

Menurut Priyo, pertanyaan tersebut dilontarkan Jokowi agar dia terlihat tahu banyak hal terkait perusahaan rintisan atau startup dan sebagainya. "Mau tidak Jokowi ditanya soal rudal oleh Pak Prabowo? Misalnya rudal alat perang kita," kata Priyo.

Priyo menilai pertanyaan soal unicorn oleh Jokowi diduga hanya untuk mempermalukan Prabowo. Padahal, kata dia, seharusnya pertanyaan harus lebih mengarah ke sesuatu yang mengunggah dan untuk menginspirasi dalam menjawab.

Bahasa Inggris

Sementara itu, Juru Debat BPN Prabowo – Sandiaga, Ahmad Riza Patria, justru menyoroti bahasa Inggris Jokowi. Dia mengklaim Prabowo sangat menguasai betul tiga bahasa asing, yakni bahasa Inggris, bahasa Jerman, hingga bahasa Prancis, sehingga harus memastikan dulu maksud "unicorn".

“Jadi Pak Prabowo ingin memastikan ini Pak Jokowi nyebut-nyebut unicorn nih apa? Kita tahu, mohon maaf ya , Pak Jokowi kan bahasa Inggrisnya masih blepotan,” kata Jokowi di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senin (18/2/2019).

“Jadi kita ingin memastikan ini unicorn pakai R apa unicorn tanpa R, itu kan ditanya, ‘online, online itu’?,” sambungnya.

Riza beralasan bahwa maksud pertanyaan Prabowo tersebut justru memberitahu secara tidak langsung kepada Jokowi untuk tidak menggunakan bahasa Inggris yang rumit dan tidak dipahami masyarakat awam.

“Ngerti enggak Pak Jokowi apa itu unicorn? Itu kan apa binatang fiktif itu. Itu kan menjelaskan satu perusahaan, satu usaha yang sekarang berkembang,” ujarnya, dilansir Suara.com.

“Nggak usah pakai Inggris-Inggrisan, dia sendiri yang berusaha tidak pakai Inggris Inggris, tapi Pak Jokowi malah pakai Inggris Inggris,” Riza menambahkan.

Dalam debat segmen kelima malam tadi, Jokowi bertanya tentang infrastruktur apa yang diperlukan dalam mendukung pengembangan unicorn di Indonesia. "Infrastruktur apa yang akan bapak bangun untuk mendukung pengembangan unicorn-unicorn di Indonesia," tanya Jokowi saat debat di Hotel Sultan, Jakarta.

Prabowo tampak kebingungan dengan istilah unicorn saat ditanya oleh Jokowi. Mendengar pertanyaan Jokowi itu, Prabowo balik bertanya. "Yang Bapak maksud unicorn,  maksudnya yang apa itu, yang online-online itu," katanya.

Mendengar ucapan Prabowo, Jokowi hanya mengangguk-angguk saja. Unicorn yang dimaksud Jokowi merupakan sebutan bagi start-up alias perusahaan rintisan yang bernilai di atas US$1 miliar atau setara Rp 14,1 triliun (kurs Rp 14.100 per dolar AS). Indonesia saat ini telah memiliki empat unicorn, yakni Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

Sumber : Bisnis/JIBI, Suara.com