Prabowo Kuasai Ratusan Ribu Hektare Tanah, Fadli Zon Sebut Pahlawan

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. (Antara/Wisnu Adhi)
18 Februari 2019 18:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Fadli Zon membela capres nomor urut 2 Prabowo Subianto yang menguasai lahan seluas 220.000 hektare di Kalimantan Timur dan 120.000 hektare di Aceh. Menurutnya, Prabowo justru menjadi pahlawan karena kepemilikan lahan itu.

Lahan-lahan tersebut diketahui dimiliki Prabowo setelah disebutkan capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dalam Debat Capres II di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Minggu (17/2/2019) malam.

Bagi Fadli Zon, Prabowo justru menjadi pahlawan karena memiliki lahan-lahan tersebut. Alasannya, pascakrisis moneter 1998, banyak aset negara yang diambilalih oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

BPPN kemudian melelangnya ke berbagai pihak termasuk Prabowo pada era 2000-an. Tapi di lain pihak, Fadli menyebut banyak aset yang dilelang itu jatuh ke pihak asing. "Pak Prabowo menurut saya menjadi semacam hero [pahlawan] karena menyelamatkan aset ini," kata Fadli Zon, Senin (18/2/2019).

"Jadi kita bersyukur bahwa itu jatuh ke tangan Pak Prabowo melalui suatu proses lelang. Jadi Pak Prabowo justru menyelamatkan aset bangsa," sambungnya.

Lagi pula, kata Fadli, lahan-lahan tersebut kekinian atas nama perusahaan bukan pribadi Prabowo. Penguasannya pun berstatus hak guna usaha alias HGU.

Sebelumnya dalam debat capres kedua Minggu malam, Prabowo mengkritik program pembagian seritifikat yang selama ini disebut sebagai salah satu program populer Jokowi. Prabowo khawatir tanah akan habis jika terus dibagi-bagi.

"Kami punya pandangan strategis berbeda. Yang dilakukan Pak Jokowi menarik, dan populer untuk 1-2 generasi. Tapi tanah tidak tambah, dan bangsa Indonesia tambah. Tapi kalau Bapak bangga bagikan 12 juta [sertifikat], pada saatnya kita tidak bisa memberikan tanah yang habis untuk dibagi. Kita strategisnya kembali ke pasal 33 UUD 1945, bumi dan kekayaan dikuasai negara," kata Prabowo.

Namun rupanya Jokowi sudah menyiapkan data untuk membalikkan serangan Prabowo. "Pembagian yang saya sampaikan tadi 2,6 juta hektare intinya agar produktif. Kita tidak akan beri kepada yang gede-gede. Pak Prabowo memang punya lahan luas di Kaltim, sebesar 220.000 hektare, dan di Aceh 120.000 hektare. Pembagian seperti ini tidak dilakukan di masa pemerintahan saya," kata Jokowi.

Sumber : Suara.com