Sandi Tak Percaya Isu Jokowi Pakai Earpiece di Debat Capres

Capres nomor urut 01, Joko Widodo. (Antara)
18 Februari 2019 16:31 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengaku tidak percaya dengan isu bahwa calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menggunakan alat bantu earpiece demi mendapat masukan jawaban oleh tim sukses dalam debat. Isu itu beredar di media sosial setelah Debat Capres II di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019) malam.

Sandi mengatakan bahwa meski teknologi semacam demikian ada, tapi itu dia yakin hal itu tidak digunakan Jokowi. “Kan itu dilarang olah KPU [Komisi Pemilihan Umum] alat-alat bantu seperti itu. Jadi saya rasa itu tidak harus ditanggapi lah,” katanya di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta, Senin (18/2/2019).

Sandi menjelakan bahwa peserta Pilpres 2019 juga telah berkomitmen untuk berkampanye secara jujur dan damai. “Saya cukup yakin Pak Prabowo dan Pak Jokowi sangat memerhatikan aspek kejujuran,” jelasnya.

Sebelumnya, beredar tudingan di media sosial bahwa capres Petahana Jokowi menggunakan alat bantu saat debat. Ini kemudian menjadi viral di media sosial.

Dalam sebuah unggahan di salah satu akun Facebook, ada konten yang menganalisa gerak-gerik Jokowi. Dalam unggahan itu, capres nomor urut 01 ini terlihat menekan jari telunjuk ke telinga dan menekan-nekan pulpen. Dari analisa tersebut, akun itu menduga bahwa Jokowi menggunakan alat bantu. Belum diketahui siapa penyebar pertama isu yang menyudutkan Jokowi itu.

KPU pun angkat bicara soal isu liar itu. Komisioner KPU Wahyu Setiawan menuturkan bahwa apabila ada orang yang menemukan pelanggaran dalam debat, orang itu disarankan melapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) seperti kesepakatan bersama.

“Ya karenakan begini, debat capres cawapres itukan salah satu metode kampanye, sehingga kalau ada dugaan pelanggaran pelaporannya kepada Bawaslu,” ucapnya.

Sumber : Bisnis/JIBI