Jokowi Sebut 3 Tahun Tanpa Kebakaran Hutan, Cek Faktanya

Capres nomor urut 01, Joko Widodo. (Antara)
18 Februari 2019 15:35 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Calon presiden nomor urut 01 atau petahana Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan pernyataan bahwa tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan di Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Pernyataan itu sedikitnya dua kali dilontarkan Jokowi dalam Debat Capres II Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019) malam.

Pertama, pernyataan itu disampaikan Jokowi dalam sesi pertama debat, yaitu penyampaian visi dan misi. Saat itu, Jokowi menyatakan visinya adalah Indonesia maju di bidang energi, infrastruktur, pangan, dan lingkungan hidup. Selain mengurangi sebanyak mungkin penggunaan energi fosil dan meningkatkan penggunaan biodiesel, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan produksi pertanian, Jokowi juga menyebut pencapaiannya soal penanganan kebakaran hutan.

"Soal lingkungan hidup, kita ingin kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi lagi. Kita sudah atasi sehingga dalam 3 tahun ini tidak ada kebakaran lahan. Kita juga ingin mengurangi jumlah sampah plastik," kata Jokowi.

Di segmen ketiga debat, pencapaian itu juga kembali ditekankan oleh Jokowi. Saat itu, dia menanggapi pernyataan Prabowo yang menyebut selama puluhan tahun ada perusahaan besar yang melanggar, meninggalkan limbah, tak mau bayar pajak, dan kongkalikong dengan pejabat sehingga lolos dari kewajiban. Jokowi kembali menyebutkan soal pencapaiannya soal penanganan kebakaran lahan dan hutan.

"Dalam 3 tahun ini kita bisa mengatasi kebakaran hutan gambut. Kenapa? Salahsatunya penegakan hukum pada siapapun. Ada 11 perusahaan yang dapat sanksi Rp18,3 triliun. Kenapa mereka takut? Karena penegakan hukum kita tegas," kata Jokowi dalam debat.

FAKTA

1. Berdasarkan data rekapitulasi luas kebakaran hutan dan Lahan di Indonesia 2013-2018, luas hutan dan lahan yang terbakar memang cenderung turun sejak 2015. Namun hingga 2018, setiap tahun masih ada lahan dan hutan yang terbakar. Artinya, bukannya tidak ada kebakaran hutan sama sekali dalam tiga tahun terakhir.

2. Berdasarkan data tersebut, kebakaran hutan dan lahan yang besar terjadi pada 2014, lalu mencapai level paling parah pada 2015. Pada 2014, luas hutan dan lahan yang terbakar mencapai 44.411.36 hektare, khususnya di Sumatra dan Kalimantan. Puncaknya terjadi pada 2015 dengan luas lahan dan hutan yang terbakar mencapai 261.060,44 hektare. Karena kebakaran pada 2015, pemerintah menindak sejumlah perusahaan pemilik konsesi lahan.

Tahun Luas Kebakaran (hektare)
2013 4.918,74
2014 44.411,36
2015 261.060,44
2016 14.604,84
2017 11.127,49
2018 4.666,39

Sumber: sipongi.menlhk.go.id