Jokowi: Pak Prabowo Ini Kelihatannya Kurang Optimis

Capres Nomer urut 01, Joko Widodo. (Antara)
17 Februari 2019 22:21 WIB Jafar Sodiq Assegaf Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA - Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menilai jika Capres nomor urut 01, Prabowo Subianto kurang optimis perihal energi dan pangan, serta pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Pak Prabowo kelihatannya kedepan kurang optimis," kata Jokowi dalam acara debat Capres, Jakarta, Minggu (17/2/2019).

Ia pun menegaskan, jika dirinya menyakini akan menyongsong revolusi indsutri 4.0 dengan optimis. "Produk petani sudah masuk market place, kredit yang dilakukan fintec sudah bisa dilakukan kepada petani, itu hal kongkrit justru membuka kesempatan petani kita melompat dalam produksi, karena memberikan harga yang lebih baik," tegas Jokowi.

Diberitakan sebelumnya, pantauan Solopos.com melalui siaran Metro TV, dalam debat capres kedua yang berlangsung Minggu (17/2/2019) malam, kedua capres diberi pertanyaan tentang masa depan industri 4.0.

Menjawab pertanyaan ini, Calon Presiden (Capres) nomor urut 1 Joko Widodo mengatakan dirinya sangat yakin bahwa dengan persiapan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang dilakukan saat ini, akan menyiapkan bangsa Indonesia menuju revolusi industri.

"Contoh petani. Perlunya petani diperkenalkan pada market place sehingga mereka bisa berjualan secara online, sehingga hubungan antara konsumen dengan petani semakin dekat," ujarnya.

Dikatakannya, Indonesia saat ini sedang menyiapkan agar usaha keci, usaha mikro dan usaha super mikro agar tahu bagaimana mereka bisa memanfaatkan sistem online tersebut.

"Sehingga membangun ekosistem online maupun offline sangat diperlukan dengan waktu yang cepat. Inilah proses proses yang terus kita kerjakan di lapangan sehingga kita tidak tertinggal dengan negara lain dalam menyongsong revolusi industri," urai Jokowi.

Dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga menyampaikan bahwa proyek Palapa Ring yang bertujuan menghubungkan seluruh Indonesia dengan kabel optik, sudah hampir 100% selesai.

"Di Indonesia bagian barat, timur, tengah sudah hampir 100%, juga sistem 4G yang sekarang ini kita sudah bangun hampir 74% di kabupaten kota yang kita miliki. Tahun ini, saya kira kalau ini selesai, akan mudah bagi kita masuk ke era digitalisasi," ujarnya bersamaan dengan berakhirnya sesi gilirannya berbicara.

Selanjutnya, Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto diberikan kesempatan untuk menanggapi. Prabowo punya pandangan sendiri mengenai hal ini.

"Kita sama-sama memahami dahsyatnya perkembangan industri 4.0 yang akan datang dengan AI, robotik, ini akan berdampak satu pabrik yang biasanya punya ribuan pekerja bisa diganti dengan robot dan hanya membutuhkan kurang dari 50 orang bekerja," ujarnya membuka opini.

"Tapi inti yang ingin saya sampaikan, kita bicara industri 4.0, kita sekarang belum bisa membela petani kita sendiri. Ini yang kita masalahkan," sambungnya.

Prabowo juga menilai pemerintah belum menjamin harga-harga pangan terjangkauoleh rakyat, sehingga hal tersebut menjadi fokus keprihatinannya.

"Bagus kita bicara industri 4.0, tapi saya lebih ingin menjamin bahwa Indonesia bisa menyediakan pangannya sendiri tanpa impor-impor dari negara manapun," tegasnya.

Usai Prabowo mengeluarkan pendapatnya, Jokowi diberi kesempatan untuk menanggapi apa yang sudah diungkapkan Prabowo.

Kembali Jokowi mengungkapkan optimismenya dalam menyongsong revolusi industri 4.0, dengan mencontohkan para petani yang sudah go digital. Dalam hal ini, Jokowi memberikan contoh startup pertanian TaniHub.

"Coba kita lihat produk-produk petani sudah masuk ke marketpalce produk pertanian. Coba lihat TaniHub sudah memasarkan produk pertanian langsung ke konsumen sehingga harganya bisa diangkat," ujarnya.

"Juga kredit-kredit yang dilakukan fintech peer to peer yang juga sudah dilakukan langsung ke para petani. Saya kira itu hal yang konkret yang justru lebih membuka kesempatan bagi petani kita untuk melompat, untuk berproduksi karena diberikan harga yang lebih baik, tidak lewat agen-agen di tengah yang terlalu banyak. Saya kira konsep besar fintech seperti itu," tutupnya.