Prabowo Ditanya Soal Unicorn: Maksudnya Apa Online Itu?

Gladi bersih Debat Capres 2019 Putaran Kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (16/2/2019). Debat capres II, Minggu (17/2 - 2019) pukul 20.00 WIB, diikuti capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto. (Antara/Sigid Kurniawan)
17 Februari 2019 22:25 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Debat capres II Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019), mencapai puncaknya pada sesi kelima. Capres nomor urut 01 Jokowi menanyakan kepada capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tentang bagaimana konsep mendukung pembangunan unicorn Indonesia.

Unicorn adalah perusahaan startup dengan kapitalisasi atau valuasi mencapai USD1 miliar. Di Indonesia, ada empat startup unicorn, yaitu Gojek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

Jokowi mempertanyakan infrastruktur apa yang dibutuhkan untuk membangun unicorn Indonesia. "Infrasatruktur apa yang akan Bapak bangun untuk membangun unicorn-unicorn Indonesia?" tanya Jokowi.

Di luar dugaan, Prabowo justru bertanya tentang apa unicorn.  "Unicorn? Maksudnya yang apa online-online itu?" kata Prabowo dengan nada bertanya. Namun, akhirnya Prabowo menjawab meskipun tidak secara khusus terkait soal pembangunan unicorn.

"Masalahnya, adalah regulasi, kurangi pembatasan, mereka lagi giat-giatnya berkembang. Saya mendukung segala upaya untuk memperlancar untuk mengalami kesulitan sekarang regulasi, mereka juga mengeluh. Saya menyambut baik dinamika perkembangan bisnis seperti itu, luar biasa pesatnya membuka peluang luar biasa hal-hal seperti itu," jawab Prabowo.

Menanggapi jawaban Prabowo, Jokowi kemudian sedikit menjelaskan unicorn di Indonesia. "Perlu saya sampaikan, dalam rangka kita mendorong unicorn, dari 7 uniorn Asia, 4 [di antaranya] dari indonesia," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, pemerintah menargetkan munculnya 1.000 startup baru yang terkoneksi dengan pasar global. "Agar mereka bisa menjangkau negara lain. Kita bangun infrastruktur Palapa Ring Indonesia barat 100% selesai, Indonesia tengah 100% selesai, dan timur 90%. Ini broadband yang kita selesaikan, dan seluruh kabupaten kota kalau bisa sudah bisa tersambung agar mereka bisa siap hadapi revolusi industri 4.0," kata Jokowi.

Namun, Prabowo justru mengkhawatirkan munculnya startup yang marak di Indonesia. Menurutnya, hal itu membuka peluang keluarnya aliran kekayaan ke luar negeri.

"Kita tahu, berat kecepatan dinamika internet sangat pesat, dan kita dukung upaya untuk kejar dan amnbil posisi. Tapi hal-hal mendasar dalam perkonomian Indonesia, bahwa terjadi suatu disparitas segelintir orang menguasai lebih dari 100% kekayaan kita. Ini mempercepat kekayaan indonesia ke luar negeri. Silakan ketawa," katanya.

"Menteri bapak sendiri mengatakan triliunan uang kita di luar negeri. Kalau kita tidak hati-hati untuk internet, e commerce, ini mempercepat mempermudah uang kita keluar negeri."