Debat Pilpres 2019: Jokowi Banggakan Penenggelaman 488 Kapal Asing

Moderator Ira Koesno (kanan) menunjukkan undian pertanyaan yang diambil pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin dalam Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1 - 2019). (Antara/Sigid Kurniawan)
17 Februari 2019 22:18 WIB Jafar Sodiq Assegaf Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA - Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa laut adalah masa depan ekonomi Indonesia. Karenanya, Jokowi mengatakan telah melakukan berbagai upaya dalam melindungi lautan Indonesia.

Salah satu caranya dengan penenggelaman kapal asing. "Dalam 4 tahun ini kita kejar 7 ribu kapal-kapal asing, kejar illegal fishing, yang lakukan pencurian kita, di laut kita," kata Jokowi dalam Debat Capres Jilid 2 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).

Jokowi bilang pemerintah telah menenggelamkan hampir 500 kapal yang melakukan illegal fishing. "Ada 488 kapal yang telah kita bakar dan tenggelamkan," jelasnya.

Karena hal itu, kata Jokowi, saat ini tindakan illegal fishing sudah banyak berkurang. "Sekarang itu yang 7.000 sudah tidak ada, jadi kesempatan nelayan-nelayan kita untuk memanfaatkan sumber daya alam laut kita dan ikan agar mereka bisa sejahtera," katanya.

Sebelumnya, Jokowi menegaskan tidak hanya nelayan besar yang diperhatikan. Untuk hasil tangkapan nelayan kecil juga ada BUMN yang membelinya. "Mengenai BUMN perikanan mungkin bapak belum tahu, kita miliki yang namanya Perindo, kita miliki yang namanya Perinus. Itu membantu membeli ikan-ikan yang ada di rakyat," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan soal izin melaut rakyat kecil juga sudah dapat perhatian. Nelayan kecil dengan ukuran tertentu tidak perlu lagi izin. "Berkaitan perizinan. Untuk nelayan-nelayan kecil yang memiliki bobot 10 GT (gross ton) ke bawah itu tidak perlu izin lagi. Hanya 30 ke atas yang harus dapatkan izin baik dari KP maupun dari Provinsi," ujarnya.

Jokowi berharap dengan semakin cepatnya perizinan, maka nelayan kecil akan bisa terus mendapatkan hasil lebih baik lagi. "Kita harapkan dengan semakin cepatnya perizinan, yang kecil-kecil tidak ada izin, mereka bisa melaut mendapatkan lebih banyak lagi," ujarnya. "Kita juga bentuk Bank Mikro Nelayan agar mereka bisa akses ke bidang keuangan," pungkasnya.