Debat Pilpres 2019: Jokowi Beri Bukti Reklamasi Tambang, Prabowo Minta Debat Disudahi

Joko Widodo bersalaman dengan Prabowo Subianto usai Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). (Antara - Sigid Kurinawan)
17 Februari 2019 21:45 WIB Jafar Sodiq Assegaf Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA - Debat Pilpres 2019 berlanjut di sesi debat eksploratif. Capres Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto diberi tema mengenai dampai lingkungan, sosial, dan ekonomi tambang yang telah ditinggalkan.

Satu video diperlihatkan untuk menggali lebih jauh mengenai argumentasi kedua capres ini. Persoalan yang mengemuka dalam debat ini adalah delapan juta hektar lubang yang ditinggalkan pengembang belum direklamasi.

Mengawali debat ini Prabowo menyebut bahwa persoalan ini telah terjadi selama bertahun-tahun. "Seolah negara dikooptasi perusahaan swasta," katanya. "Ini adalah kolusi! Kerjasama antara pemerintah dan perusahaan swasta besar," tegasnya.

Dalam pernyataannya Prabowo juga mengapresiasi usaha pemerintah Jokowi dalam mengejar pihak tambang. "Pemerintah mewarisi persoalan yang terjadi secara bertahun-tahun," pungkasnya.

Menanggapi persoalan ini, Jokowi menyebut pemerintahannya telah melakukan banyak upaya termasuk usaha penyelamatan sumber daya alam. Jokowi memberi contoh tambang bukit asam di Palembang. "Tambang bukit asam, hampir sebagian besar sudah ditanami kembali [penghijauan]," katanya.

Jokowi mengatakan selain penghutanan kembali, beberapa tambang melakukan reklamasi kembali. "Ada juga yang telah jadi pantai," katanya.

"Memang ada satu, dua, tiga yang tidak mengerjakan, tapi jika pemerintah daerah mau mengejar maka ini [reklamasi] bisa dilakukan. Ini pekerjaan sulit, tapi pekerjaan yang bisa dilakukan," sebutnya.

"Saya kira cukup, ya. Jangan bertele-tele. Kita kan ingin sama-sama memberantas mafia lingkungan. Kan begitu," ujar Prabowo.