Jokowi Pamerkan Sanksi Perusahaan Pembakar Hutan, Prabowo: Saya Akui Itu Prestasi

Joko Widodo dan Prabowo Subianto bersalaman disaksikan Ketua KPU Arief Budiman (tengah) saat debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2 - 2019). (Antara/Akbar Nugroho Gumay)
17 Februari 2019 21:45 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Ada sikap menarik yang cukup mengejutkan ditunjukkan oleh capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam sesi 3 Debat Capres II Pilpres 2019, Minggu (17/2/2019) malam, di Hotel Sultan Jakarta. Dalam perdebatan bidang pencemaran, Prabowo akhirnya mengakui keberhasilan Jokowi.

Sesi ini diawali dengan pertanyaan untuk Prabowo Subianto dari panelis tentang pencemaran lingkungan industri dan rumah tangga hingga mencapai titik kritis. Prabowo mengatakan strategi dia dan Sandi adalah melakukan penegakan hukum yang tegas dan tidak lagi membiarkan perusahaan besar yang puluhan tahun lolos dari hukum.

"Apa bila diberi mandat memimpin pemerintah, saya akan menegkakan hukum dengan tegas pada perusahaan yang tidak melaksanakan ketentuan-ketentuan. Di banyak tempat selama puluhan tahun perusahaan besar justru melanggar meninggalkan limbah, tak mau bayar pajak sebenarnya, kongkalikong dengan pejabat sehingga lolos dari kewajiban. saya akan menegakkan pemerintah bersih dan tidak akjan kongkalikong," kata Prabowo.

Prabowo juga berjanji akan memisahkan Kementarian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan yang saat ini menyatu. Selama ini, kata Prabowo, diwarnai dengan banyaknya analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) yang asal-asalan.

Tudingan Prabowo soal banyaknya perusahaan besar yang melanggar dan lolos dari hukum ini ditepis oleh Jokowi. Menurutnya, tiga tahun ini tidak ada kebakaran hutan dan gambut yang luar biasa karena penegakan hukum.

"Kenapa bisa? Salah satunya karena penegakan hukum pada siapa pun. Ada 11 perusahaan yang dapat sanksi denda Rp18,3 triliun. Kenapa itu mereka takut? Penegakan hukum kita tegas. Kita juga telah memulai bersihkan kembali sungai, salah satunya Sungai Citarum, jadi Citarum harum. Lami apresiasi dukungan masyarakat Jabar," jawab Jokowi.

Mendengar jawaban Jokowi, ternyata Prabowo tidak melakukan serangan lebih lanjut. Sebaliknya, Prabowo justru mengakui hal tersebut sebagai prestasi Jokowi.

"Saya tentu saya selalu menghargai tindakan yang sudah menjalankan fungsi pemerintahan, saya akui, kalau demikian prestasi Bapak, ya kita akui dan kita dukung. Ke depan, saya juga akan mengikuti banyak perusahaan-perusahaan besar yang meninggalkan pencemaran, nilainya yang lebih besar dari yang bapak sebutkan tadi. Ini sudah jadi pengetahuan umum," kata Prabowo.