Prabowo: Pak Jokowi Bangun Infrastruktur, Saya Tawarkan yang Lebih Cepat

Gladi bersih Debat Capres 2019 Putaran Kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (16/2/2019). Debat capres II, Minggu (17/2 - 2019) pukul 20.00 WIB, diikuti capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto. (Antara/Sigid Kurniawan)
17 Februari 2019 20:32 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Pemaparan visi dan misi kedua calon dalam debat capres jilid II di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019) malam, memperlihatkan dua isu yang selama ini sering diangkat oleh Joko Widodo (Jokowi) maupun Prabowo Subianto. Jokowi berbicara soal infrastruktur, sedangkan Prabowo lebih menyoroti kekayaan yang disebutnya mengalir ke luar negeri.

Prabowo yang mendapatkan kesempatan pertama menyatakan masalah infrastruktur, pangan, energi, dan lingkungan hidup, adalah sendi pokok untuk membangun kemandirian bangsa.

"PBB mengatakan inilah tolok ukur keberhasilan. pangan, energi, dan pangan tanpa impor. Kami akan menjamin pangan dalam harga terjangkau untuk seluruh rakyat indonesia, kami akan menjamin urusan petani peternak nelayan harus mendapatkan imbalan yang memadai. Kami akan turunkan harga listrik, harga makanan, kami akan menyediakan pupuk dalam jumlah berapapun yang dibutuhkan. Ini yang akan kita lakukan, mengamankan sumber-sumber kekayaan, menjaga pundi-pundi kekayaan agar tak mengalir ke luar negeri," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, masalah utama Indonesia adalah mengalirnya kekayaan ke luar negeri. Namun, menurutnya masalah ini bukan hanya salah satu-dua pihak, namun kesalahan semua pihak. Menariknya, Prabowo menyebut Jokowi sudah bekerja keras.

"Masalah kita adalah ini, salah kita semua, kekayaan kita tidak di dalam negeri. Soal infrastruktur, Pak Jokowi sudah berkerja keras, namun dalam demokrasi saya menawarkan strategi untuk lebih cepat membawa kemakmuran.

Sementara itu, Jokowi menyampaikan visinya adalah Indonesia maju di bidang energi, pangan, dan lingkungan hidup. Jokowi menekankan roadmap untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil.

"Ke depan, kita ingin mengurangi sebanyak mnunkin energi fosil. Sehingga penggunaan biodisel sudah kita mulai dengan menmproduksi B20, hingga kita teruskan B100 sehingga kita akan mengurangi energi fosil dari waktu ke waktu," kata Jokowi.

Tak lupa Jokowi memamerkan pencapaian pemerintah dalam pembangunan infrastruktur melalui triliunan dana desa. "Kita telah gelontorkan triliunan dana desa, telah dibangun ratusan ribu km jalan desa, 58,000 unit irigasi kita bangun," kata Jokowi.

Sedangkan soal pangan, dia menyatakan ketersediaan stok pangan telah mulai terlihat dengan keberhasilan pertanian jagung. Pada 2014, kata Jokowi, Indonesia masih mengimpor jagung dengan jumlah sangat tinggi. Namun pada 2018, impor jagung tinggal 180.000 ton. Menurut Jokowi, ini adalah lompatan besar.

"Sedangkan soal lingkungan hidup, kita ingin kebakaran hutan dan lahan, kita sudah atasi. Dalam 3 tahun ini tidak ada kebakaran hutan dan lahan gambut. Kita juga ingin kurangi sampah plastik."