Puncak Everest, Tempat Sampah Tertinggi di Dunia

Sampah berserakan di puncak Everest (Youtube)
16 Februari 2019 09:00 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, TIBET Pemerintah China menutup base camp Gunung Everest melalui Tibet sampai waktu yang belum ditentukan. Keputusan diambil untuk membersihkan sampah yang menumpuk di puncak Gunung Everest. Saking banyaknya, puncak Everest menjelma sebagai tempat sampah tertinggi di dunia.

Dikabarkan South China Morning Post, Kamis (15/2/2019), keputusan penutupan base camp Gunung Everest di Tibet itu sebenarnya telah diumumkan sejak Januari 2019. Namun, hal ini baru menjadi perhatian publik beberapa hari terakhir. Pemicunya adalah laporan viral yang mengklaim jalur pendakian itu ditutup secara permanen.

Menanggapi kabar tersebut, pemerintah China menegaskan, penutupan hanya dilakukan sementara waktu. Pendaki masih diperbolehkan mengunjungi area sekitar Rangpo pada ketinggian 5.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sementara pendaki yang memiliki izin diperbolehkan mengunjungi base camp di ketinggian 5.200 mdpl.

"Area kunci bakal ditutup bagi turis sampai waktu yang belum ditentukan karena alasan konservasi ekologis," demikian penjelasan resmi dari otoritas China.

Seruan untuk melindungi Gunung Everest muncul seusai laporan tentang adanya sampah seberat 8,4 ton di puncak merebak. Sementara sampah di area kunci itu totalnya mencapai 335 ton. Selama ini, puncak Everest dikenal sebagai tempat sampah tertinggi di dunia.

Seperti diketahui, puncak Everest di Pegunungan Himalaya merupakan yang tertinggi di dunia. Gunung setinggi 8.848 mdpl tersebut memiliki keindahan salju abadi yang sangat menakjubkan. Namun, keindahan salju abadi tersebut dirusak oleh sampah yang dibawa pendaki.