Bakar Apartemen Usai Diomeli Ibunya, Pria Singapura Dipenjara 5 Tahun

ilustrasi kebakaran. (Solopos/Whisnu Paksa)
16 Februari 2019 01:00 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, SINGAPURA — Roslan, 37, pria yang tinggal di apartemen di Yishun, Singapura harus menjalani kisah tragis setelah dijatuhi hukuman lima tahun penjara oleh pengadilan setempat, Kamis (14/2/2019). Roslan menerima hukuman tersebut setelah mengaku telah membakar apartemen yang ia tinggali bersama ibunya pada 7 September 2018 lalu.

Dilaporkan World of Buzz, Roslan nekat membakar apartemen yang tinggali di lantai keempat itu karena merasa tak tahan dengan omelan ibunya. Sehari sebelum melakukan aksi nekat itu, Roslan mengaku terus-menerus dimarahi ibunya.

Atas kekesalan itu, Roslan kemudian membakar kasur di kamar ibunya. Setelah api membesar, Roslan langsung melarikan diri.

Para tetangga Roslan pun panik dan mencoba memadamkan Si Jago Merah yang mulai mengamuk. Sayang, kebakaran sudah membesar apartemen yang ditinggali Roslan sudah hangus terbakar saat petugas pemadam kebakaran berhasil menjinakkan api.

Meski tak menelan korban jiwa, hakim menjatuhkan hukuman penjara lima tahun karena aksi Roslan dianggap bisa membahayakan nyawa orang lain, dalam hal ini tentangga di apartemen. "Orang-orang bisa saja mati dan seluruh apartemen bisa terbakar. Itu bukanlah cara untuk menghilangkan kemarahan," ujar hakim setempat, Mesenas, seperti dilaporkan Today Online.

Ibu Roslan, Salbiah Musa, yang juga datang dalam persidangan tersebut pun menangis mendengar vonis yang dibacakan hakim. Ia tak menyangkan putranya akan mendekam di dalam penjara selama lima tahun.

Meski demikian, Roslan bukanlah penghuni baru di penjara. Pada 1997 silam, Roslan pernah mendekam di penjara hingga 2014 karena kasus kekerasan.