ISIS Jadikan Indonesia Tempat Perang Akhir Zaman

Tiga orang anggota Detasemen Khusus 88 atau Densus 88 sedang menjalankan tugasnya. - Antara/Rony Muharrman
16 Februari 2019 06:10 WIB Sholahuddin Al Ayyubi Nasional Share :

Solopos.com, RAQQA - ISIS diprediksi membangunkan semua sel tidurnya untuk menjadikan Indonesia sebagai tempat Al Malhamah Al Kubra atau peperangan akhir zaman pada 2020 nanti.

Pengamat Teroris Al Chaidar mengungkapkan ISIS Indonesia dan kelompok teroris seperti Jamaah Ansharut Daullah (JAD), Mujahidin Indonesia Timur (MIT), dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) serta kelompok teroris kecil lain yang pro-ISIS sudah memiliki rencana menjadikan Indonesia sebagai tempat Al Malhamah Al Kubra sejak 2014.

Menurut Al Chaidar, Indonesia dijadikan tempat bertempur kelompok teroris tersebut karena sulitnya teroris Indonesia berangkat ke Suriah untuk berjihad. Oleh karena itu, Katibah Nusantara ISIS Indonesia menginstruksikan agar jihad para mujahid di Suriah dilanjutkan di negara masing-masing.

"Program kelompok itu untuk menjadikan Indonesia sebagai ladang chaos atau konflik, itu sudah ada dari tahun 2014. Kalau tidak ada konflik, mereka tidak bisa hidup, karena mereka kan kumpulan garis keras," tutur Al Chaidar kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Jumat (15/2/2019).

Al Chaidar menjelaskan konflik yang akan terjadi pada 2020 tidak hanya antara aparat dan ISIS. Kelompok teroris Al Qaeda yang masih tersisa di Indonesia juga akan ikut serta.

Menurut dia, ISIS Indonesia dan Al Qaeda sampai saat ini masih mencoba merebut hati simpatisan dengan aksi teror.

"Jadi masing-masing kelompok teroris ini akan terus berkontestasi, siapa yang paling berani dan brutal untuk melakukan aksi teror," kata Al Chaidar.

Al Chaidar mengimbau agar Detasemen Khusus 88 Antiteror dan TNI bersinergi menangkap semua sel tidur teroris yang ada di Indonesia, sehingga aksi kelompok teroris untuk menjadikan Indonesia sebagai tempat Al Malhamah Al Kubra bisa digagalkan sedini mungkin.

"Polri harus mengantisipasi hal ini. Semua yang ada kaitannya dengan kelompok itu harus ditangkap," ujar Al Chaidar.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia