Jumatan Prabowo di Masjid Agung Semarang, Terkait Tagar #PrabowoJumatanDiMana?

Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto (tengah), menyapa jamaah Majelis Tafsir Alquran (MTA), Solo, Minggu (23/12/2018). (Solopos - Nicolous Irawan)
14 Februari 2019 22:30 WIB Aziz Rahardyan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Polemik penyebaran poster Salat Jumat Bersama Prabowo Subianto di Masjid Kauman atau Masjid Agung Semarang ditanggapi kubu Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf. Mereka mengimbau kubu Prabowo tak memanfaatkannya untuk kampanye.

Sebelumnya, Ketua Masjid Agung Semarang alias Masjid Kauman KH Hanief Ismail menyatakan keberatan adanya rencana salat Jumat capres 02 itu di Masjid Agung Semarang, Jumat (15/2/2019). 

"Yang penting prinsipnya tak boleh berkampanye di rumah ibadah," ungkap Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma'ruf Usman Kansong, di Posko Cemara, Kamis (14/2/2019).

"Ya saya kira takmir masjid punya pertimbangan, daripada dia dipersalahkan, lebih bagus dihindari aja sebagai sebuah antisipasi," tambahnya.

Senada, Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Abdul Kadir Karding menyatakan niat seseorang memang tidak bisa dinilai secara kasat mata. Tetapi dirinya menyebut alangkah baiknya tidak mengganggu ketenangan atau kekhusukan orang beribadah dengan hal-hal berbau politis.

Terlebih, ada dugaan bahwa pihak Prabowo ingin keluar tekanan dari sosial media Twitter setiap Jumat yang diiringi penggunaan tagar #PrabowoJumatanDiMana.

"Bahwa seseorang calon boleh saja hadir dalam, atau mengikut ibadah salat. Tapi tidak boleh menyebar-nyebarkan brosur, pamflet, dan sebagainya untuk mempengaruhi massa agar datang ke acara salat Jumat itu, dan saya kira kita juga menahan diri, sebagai tim sukses, untuk taat aturan," jelas Karding.

Terakhir, politikus Golkar sekaligus Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Tb Ace Hasan Syadzily menyebut beribadah di mana saja merupakan hak setiap orang. Dirinya juga tidak mempermasalahkan walaupun seseorang tersebut memiliki motif tertentu.

"Hak setiap warga negara untuk salat dimana saja dan di masjid manapun, termasuk Pak Prabowo. Yang tidak boleh itu menggunakan masjid digunakan untuk kampanye," ujarnya.

Meski demikian, dia menduga ada maksud tertentu di balik penyebaran pamflet salat Jumat bersama Prabowo itu. "Saya tidak mengerti apa maksudnya menyebarkan pamflet yang isinya berisi Prabowo salat di masjid. Pasti ada motifnya di balik itu," jelas Ace.

Sumber : Bisnis/JIBI