Deklarasi Disoal Bawaslu, Ganjar: Itu Libur & Bayar Sendiri, Salahnya Mana?

Ganjar Pranowo bersama para kepala daerah se-Jateng pro Jokowi mengacungkan jari telunjuk ke atas seusai menggelar jumpa pers di Hotel Alila Solo, Sabtu (26/1 - 2019). (Solopos/Kurniawan)
14 Februari 2019 21:00 WIB Kurniawan Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, menyatakan siap memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait dugaan pelanggaran kampanye saat deklarasi dukungan para kepala daerah di Hotel Alila Solo beberapa pekan lalu.

Bahkan Ganjar ingin agar agenda klarifikasi Bawaslu dilakukan lebih cepat atau dimajukan. “Undangan sudah ada, hari Senin. Tapi saya pingin maju malah. Biar cepat,” ujar dia kepada wartawan di sela kunjungannya di Solo, Kamis (14/2/2019) siang.

Dalam kesempatan itu Ganjar mempersilakan Bawaslu untuk juga menjalankan tugasnya mengklarifikasi para kepala daerah dan wakil kepala daerah yang ikut dalam deklarasi dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf Amin di Hotel Alila beberapa waktu lalu. “Ya tidak apa-apa wong klarifikasi. Bawaslu telepon aku, mau klarifikasi pak, saya jawab ya enggak apa-apa. Entuk wae to,” imbuh Ganjar.

Namun, Ganjar menyatakan dirinya dan para kepala daerah yang bersamanya waktu itu tidak berkampanye saat pertemuan di Solo. Agenda itu dilakukan pada hari Sabtu sehingga status Ganjar dan para kepala daerah adalah libur kerja.

“Status saya libur karena hari Sabtu. Kalau libur tak harus cuti. Mbayar dewe. Soal fasilitas negara, mboten wonten. Kulo njih numpak mobil pribadi, mbayar-mbayar dewe,” tambah dia.

Ganjar mengaku tak tahu apa yang diduga melanggar dari pertemuannya bersama para kepala daerah untuk mendeklarasikan dukungan bagi Jokowi-Ma'ruf Amin. Namun dia mendorong Bawaslu agar juga memanggil para kepala daerah yang hadir deklarasi.

Kelirune nang ndi? Saya memang deklarasi, saya memang pendukung Jokowi. Keliruku neng ndi? Opo ra entuk? Entuk. Sik ra entuk kuwi pakai fasilitas negara, kemudian tidak cuti di hari tidak libur. Lah itu [deklarasi di Hotel Alila] harinya libur kok,” sambung dia.

Ganjar mengaku selaku pihak yang mengundang para kepala daerah melalui pesan WA. Namun sebelum acara itu menurut dia sudah pernah ada pembicaraan ihwal agenda berkumpul. “Wong ini sebetulnya sudah pernah dirembuk. Saya suruh jadi bose,” urai dia.

Ganjar menggarisbawahi pihak-pihak yang diundang adalah pribadi para kepala daerah, bukan selalu pejabat publik. Dia lantas membacakan undangan via Whatsapp yang disampaikan kepada para kepala daerah seperti FX. Hadi Rudyatmo (Wali Kota Solo).

Di undangan tersebut menurut dia disampaikan agenda pertemuan membahas konsolidasi sekaligus konferensi pers penyelenggaraan Pemilu Presien 2019. “Tapi kene [Ganjar Pranowo] pancen pendukunge Pak Jokowi. Njuk piye,” tanya Ganjar.

Sebagai bentuk rasa tahu diri, Ganjar mengaku tidak mengundang kepala daerah yang tidak di barisan pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin. Dia mencontohkan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang diusung oleh Partai Gerindra dan PKS setempat.

“Saya tahu diri karena Sragen diusung Partai Gerindra dan PKS. Salatiga, Kendal, Tegal Kota, juga. Mereka tidak diundang. Tunjukan saja saya nglanggar-nya apa? Kalau yang saya baca, terkait penggunaan fasilitas negara atau tidak,” imbuh dia.