Salat Jumat Prabowo, KPU: Ibadah Boleh, Tapi Jangan Kampanye

Prabowo Subianto berpidato dalam Silaturahmi Relawan Prabowo Sandi (PAS) dan Deklarasi Aliansi Masyarakat Madani (AMM) di Ballroom The Sunan Hotel Solo, Kamis (22/11 - 2018) malam. (Solopos / Nicolous Irawan)
14 Februari 2019 19:45 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Rencana salat Jumat bareng calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di Masjid Agung Kauman Semarang menjadi polemik karena dianggap berpotensi bermuatan politis. Menanggapi hal itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mempersilakan siapapun beribadah asal tidak berkampanye.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan bahwa beribadah merupakan hak asasi warga negara dan dilindungi undang-undang. “Yang tidak boleh adalah di tempat ibadah berkampanye. Itulah yang melanggar ketentuan yang berlaku,” katanya di Gedung KPU, Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Wahyu mencontohkan peserta pemilu yang dilarang kampanye di tempat pendidikan. Pada dasarnya, semua orang boleh ke sana asalkan tidak melakukan kampanye.

Hal ini mengacu pada pasal 280 Undang-Undang No 7/2017 tentang Pemilu yang menyebutkan bahwa peserta pemilu dilarang melakukan kampanye di lembaga pendidikan dan tempat ibadah. Akan tetapi untuk mengajak orang beribadah bersama, Wahyu memastikan tidak ada masalah.

“Beribadah boleh, tapi tidak boleh menjadikan tempat ibadah sebagai tempat kampanye. Itulah yang melanggar ketentuan yang berlaku. Tapi terkait dengan ibadahnya kan tidak masalah,” jelasnya.

Sebelumnya, takmir Masjid Agung Semarang mengadukan rencana salat Jumat Prabowo Subianto ke Bawaslu Kota Semarang lantaran memiliki nuansa politis. Hal ini karena rencana tersebut diumumkan dengan menyebar pamflet, termasuk ditempel di kampus, musala, dan masjid se-Kota Semarang.

Ketua Masjid Agung Semarang, KH Hanief Ismail, yang dihubungi Bisnis/JIBI pada Kamis pagi, membenarkan rencana Prabowo menunaikan salat Jumat di Masjid Kauman. Namun, dirinya tidak tahu jika kemudian ada pamflet ajakan untuk salat Jumat bareng Prabowo.

“Memang beberapa hari lalu, kami didatangi oleh pengurus Partai Gerindra yang memberitahukan rencana Pak Prabowo mau menunaikan salat Jumat. Waktu itu kami katakan tidak masalah, siapapun yang muslim hendak salat ke sini, silakan. Namun dalam perkembangan, kami mendapati pamflet yang berisi ajakan salat Jumat bersama capres Prabowo Subianto. Ini tidak benar karena hendak mempolitisasi kegiatan ibadah salat Jumat,” ungkapnya.

Sumber : Bisnis/JIBI