Bawaslu Selidiki Ajakan Salat Jumat Bersama Prabowo di Masjid Agung Semarang

Capres Prabowo Subianto memberikan sambutan di hadapan seribuan santri Ponpes Sabilil Muttaqien Takeran, Kabupaten Magetan, Rabu (31/10 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
14 Februari 2019 16:00 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sedang melakukan koordinasi dengan petugas di daerah terkait ajakan calon presiden no urut 02 Prabowo Subianto untuk salat Jumat bersama di Masjid Agung Semarang. Diduga, imbauan salat Jumat itu mengandung motif politik.

Ketua Bawaslu, Abhan, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima dan sedang menangani laporan tersebut. “Ya nanti kita lihat kajian dari teman-teman daerah dulu untuk sementara ini,” katanya di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Abhan menjelaskan bahwa Bawaslu juga akan memantau keadaan di sana sambil melakukan klarifikasi. Pernyataan Bawaslu ini menjawab laporan pengelola Masjid Agung Semarang yang mengadukan rencana Prabowo untuk salat Jumat di Masjid Agung Semarang. Laporan ini disampaikan ke Bawaslu Kota Semarang.

Ajakan ini dianggap bernuansa politis lantaran rencana tersebut diumumkan dengan menyebar pamflet, termasuk ditempel di kampus, musala, dan masjid se-Kota Semarang.

Ketua Masjid Agung Semarang, KH Hanief Ismail yang dihubungi Bisnis/JIBI pada Kamis pagi, mengonfirmasi rencana Prabowo Subianto menunaikan salat Jumat di Masjid Kauman.

“Memang beberapa hari lalu, kami didatangi oleh pengurus Partai Gerindra yang memberitahukan rencana Pak Prabowo mau menunaikan Salat Jumat. Waktu itu kami katakan tidak masalah, siapapun yang muslim hendak salat ke sini, silakan. Namun dalam perkembangan, kami mendapati pamflet yang berisi ajakan salat Jumat bersama capres Prabowo Subianto. Ini tidak benar karena hendak mempolitisasi kegiatan ibadah salat Jumat,” katanya.

Hanief menuturkan bahwa Bawaslu Kota Semarang akan mengawasi kegiatan Prabowo Subianto menunaikan ibadah salat Jumat di Masjid Agung. “Apakah Bawaslu melarang atau tidak kegiatan tersebut, kami menunggu respons dari Bawaslu. Kami hanya keberatan jika kegiatan itu dipolitisasi,” ucapnya.

Sumber : Bisnis/JIBI

Kolom 2 hours ago

Bahaya Lethong