Ini Potret Kekuatan Jokowi dan Prabowo di Jawa

Joko Widodo bersalaman dengan Prabowo Subianto usai Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). (Antara - Sigid Kurinawan)
14 Februari 2019 12:40 WIB Danang Nur Ihsan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Jawa akan menjadi medan tempur utama bagi dua pasangan capres-cawapres karena jumlah pemilih di pulau ini mencapai 110,68 juta orang atau 57,4% dari seluruh pemilih nasional.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo mengatakan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak hanya fokus di Jawa Tengah, namun seluruh Pulau Jawa. ”Semua Jawa, dari Jawa Barat sampai Jawa Timur, termasuk Bali juga," kata dia di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Dia mengakui salah satu pertimbangan Jawa menjadi fokus karena jumlah pemilih yang sangat besar di pulau ini. Sedangkan Prabowo yang terfokus di Jawa Tengah (Jateng), tidak lepas dari pengalaman Pilpres 2014 lalu karena Prabowo kalah telak dari Jokowi di provinsi ini.

”Kami berkaca dari kekalahan sebelumnya tahun 2014. Kami paling besar [kalah] di Jawa Tengah. Saya pikir salah satu strategi yang ditawarkan tim untuk fokus di sini juga, tanpa kita meninggalkan daerah-daerah lain. Daerah lain kan Pak Prabowo juga sudah kunjungi, Sulawesi, nanti giliran Sumatra, kami akan keliling juga," ujar dia.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, dalam Pilpres 2014 lalu, Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa unggul di dua provinsi di Jawa yaitu Banten dan Jawa Barat. Sedangkan Jokowi yang berduet dengan Jusuf Kalla (JK) menang di empat provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur.

Ketika itu, total suara Prabowo-Hatta di Jawa mencapai 37.628.266 suara 48,07% sedangkan Jokowi-JK 40.651.942 suara (51,93%). Selisih suara terbesar disumbang dari Jateng yaitu Prabowo-Hatta 6.485.720 suara dan Jokowi-JK 12.959.540 suara.

Sejumlah lembaga survei memotret persaingan capres-cawapres dalam Pilpres 2019 di Jawa. Lembaga survei Charta Politika yang merilis hasil survei mereka pada pertengahan Januari 2019 menyebut Prabowo-Sandi unggul di Banten & DKI Jakarta dengan 45,6% dan Jokowi-Ma’ruf 44,4%.

Sedangkan Jokowi-Ma’ruf unggul di Jawa Barat, Jawa Tengah & DIY, dan Jawa Timur. Di Jawa Barat, Jokowi-Ma’ruf 44,3% dan Prabowo-Sandi 37,1%. Di Jawa Tengah & DIY Jokowi-Ma’ruf 72,3% dan Prabowo-Sandi 13,8%. Sedangkan di Jawa Timur, Jokowi-Ma’ruf 54,8% dan Prabowo-Sandi 30,6%.

Selisih Menipis

Sedangkan lembaga survei Median mencatat selisih elektabilitas Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi di Jawa kian tipis. Median menyebut dalam survei November 2018 lalu selisih elektabilitas mencapai 16% yaitu Jokowi-Ma’ruf 48,7% dan Prabowo-Sandi 32,7%. Berdasarkan survei Januari 2019, selisih elektabilitas tinggal 11,8% yaitu Jokowi-Ma’ruf 47,4% dan Prabowo-Sandi 35,6%.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Nanik S. Deyang, menyatakan berdasarkan survei internal Prabowo-Sandi unggul di 32 provinsi. Dia menyebut elektabilitas Prabowo-Sandi sudah unggul di atas 60 persen. Khusus untuk Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berimbang. ”Kami harus menang banyak untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kami inginkan," kata Nanik, Selasa (12/2/2019).

Tim Jokowi-Ma’ruf tidak khawatir dengan manuver Prabowo-Sandi di Jateng. Ketua DPC PDIP Solo F.X. Hadi Rudyatmo yang sempat bertemu dengan Ma’ruf melaporkan keberadaan posko pemenangan.

”Beliau minta Solo dijaga, oh siap. Solo ditarget 80 persen. Jawa Tengah di target 80 persen. Kami yang penting bekerja. Karena yel-yelnya, Jokowi-Ma'ruf Amin pasti menang, ning nyambut gawe. Kalau strategi, kalau saya sampaikan nanti ditiru. Strategi ya saya sendiri lah. Yang penting targetnya tercapai," kata dia.

Sebelumnya, Rudy meminta Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf fokus di Jawa Barat. Gencarnya tim Prabowo-Sandi di Jateng akan dihadapi para kader PDIP dan partai pendukung lainnya di tingkat Jateng.

TKN Jokowi-Ma’ruf mengakui ada tiga provinsi di Jawa yang menjadi perhatian khusus yaitu Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. Hal itu berkaca dari hasil Pilpres 2014 lalu.

Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf Hasto Kristiyanto mengaku tak khawatir dengan manuver Prabowo-Sandi di Jateng, karena TKN berkonstentrasi ke Jawa Barat. ”Ya kalau mereka menyerang di Jateng, kami berkonsentrasi di Jawa Barat," ungkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP tersebut.

Sumber : Newswire