JK Minta Ahok Tak Masuk Timses Jokowi-Maruf, PDIP: Bukan Dilarang Tapi...

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (berkemeja putih). (Istimewa - PDIP)
13 Februari 2019 23:30 WIB Aziz Rahardyan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto memberi klarifikasi terkait pernyataan Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Jusuf Kalla (JK). Sebelumnya, JK menyebut agar Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok tidak perlu masuk struktur TKN.

Hasto mengatakan bahwa BTP alias Ahok bukannya tidak boleh masuk tim kampanye Jokowi-Ma'ruf. Hasto menyebut hal itu demi memberi kesempatan BTP untuk menjalankan agenda pribadinya.

Sebelumnya, setelah BTP resmi menjadi kader PDIP, Wakil Presiden yang sekaligus Ketua Dewan Pengarah TKN Jokowi-Ma'ruf Jusuf Kalla menyatakan BTP tidak perlu masuk struktur TKN. 

"Maksudnya bukan dilarang, jadi Pak Ahok ke luar negeri, dua setengah bulan di luar negeri, dan kemudian ada agenda-agenda pribadi harus dijalankan," ungkap Hasto di kantor DPP PDIP, Rabu (13/2/2019).

Hasto menilai BTP mesti diberikan waktu untuk menjalankan mimpi-mimpinya terlebih dahulu setelah keluar dari penjara. Terlebih, Ahok berencana tinggal di luar negeri dan berencana melewati hari-H pemilu 17 April dengan menggunakan hak pilihnya di luar negeri.

"Kan pemilu sebentar lagi, pemilu tinggal 62 hari. 2,5 bulan sampai pemilu, Pak Ahok ada di luar negeri," ujarnya.

"Jadi itu kan sudah lewat pemilu. Kalau Pak BTP ada di luar negeri, ada tugas-tugas pribadinya juga, yang menjadi impian yang dilakukan sendiri," tutupnya.

Sebelumnya, selain JK dan Hasto, Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir pun mengatakan Ahok tidak akan masuk ke dalam struktur TKN. Menurutnya, Ahok bisa mendukung Jokowi - Ma'ruf tanpa perlu masuk ke dalam struktur tim kampanye.

Sumber : Bisnis/JIBI

Kolom 22 hours ago

Pesan dari Kyoto