Menhub Targetkan Harga Tiket Pesawat Turun Pekan Ini

Truk pengangkut avtur bersiap melakukan pengisian bahan bakar pada salah satu pesawat di Bandara Ahmad Yani, Semarang, beberapa waktu lalu. (Antara/Aditya Pradana Putra)
13 Februari 2019 20:31 WIB Yodie Hardiyan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan harga tiket pesawat yang meningkat cukup tinggi diusahakan turun pekan ini atau pekan kedua Februari 2019.

Pernyataan itu disampaikan Budi Karya seusai menghadiri rapat bersama Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri di Istana Kepresidenan, Rabu (13/2/2019). "Ya diusahakan minggu ini," kata Budi Karya.

Budi Karya mengatakan pemerintah akan berusaha mencari jalan keluar supaya tarif pesawat bisa lebih layak. Apabila harga tiket pesawat memang harus naik, Budi Karya menyebutkan hanya dalam rentang 10%-12%. Namun menurutnya pemerintah tidak boleh mengintervensi kebijakan korporasi maskapai penerbangan.

Budi Karya mengatakan pemerintah akan berusaha menyeimbangkan keinginan masyarakat dan maskapai penerbangan. "Balance. Jadi kita pikirkan semuanya. Airlines dipikirkan, masyarakat juga," kata Budi Karya.

Persoalan avtur menjadi sorotan sejumlah pihak, termasuk Presiden, karena mengakibatkan tingginya harga tiket pesawat belakangan ini. Harga avtur berkontribusi cukup besar terhadap biaya operasional pesawat. Padahal penjualan avtur di Indonesia dikuasai oleh satu BUMN, yaitu PT Pertamina (Persero).

Presiden Joko Widodo memerintahkan para menteri untuk mengkalkulasi komponen avtur yang dinilai berkontribusi cukup besar dalam peningkatan harga tiket pesawat belakangan ini.

Presiden mengatakan pemerintah telah menggelar rapat membahas isu ini. Rapat itu dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perhubungan Budi Kaya Sumadi.

"Tadi kita rapatkan. Saya sudah perintahkan untuk dihitung, mana yang belum efisien, mana yang bisa diefisienkan, nanti akan segera diambil keputusan," kata Kepala Negara di Istana Negara, Jakarta, seusai melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur.

Setelah membuat perhitungan, ujar Presiden, para menteri akan melaporkan, termasuk opsi-opsi yang ada. Presiden belum menyampaikan kapan keputusan itu akan diambil.

Sumber : Bisnis/JIBI