Bantah Kriminalisasi, Polri Minta Slamet Maarif Tak Bawa Massa

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma'arif mengacungkan jari telunjuk dan ibu jarinya saat berjalan menuju ruang penyidik Satreskrim Polresta Surakarta, Kamis (7/2 - 2018). (Solopos/Kurniawan)
13 Februari 2019 19:34 WIB Sholahuddin Al Ayyubi Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Polri mengimbau agar tersangka Slamet Ma'arif tidak membawa massa pendukung ketika pemeriksaan dirinya oleh tim penyidik Polda Jawa Tengah.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono menilai kehadiran massa pendukung Slamet Ma'arif akan mengganggu proses penyidikan dan Kamtibmas di Polda Jawa Tengah.

Kendati demikian, Syahar menegaskan Polda Jawa Tengah tetap akan mengambil langkah antisipasi dengan menyiapkan sejumlah personel yang akan mengamankan massa peserta aksi tersebut.

"Polri sudah mengimbau agar tersangka mengikuti prosedur dan tidak perlu membawa pendukung, jangan sampai nanti menimbulkan gangguan Kamtibmas. Tapi kami akan antisipasi jika massa pendukungnya tetap hadir," tutur Syahar, Rabu (13/2/2019).

Syahar juga membantah bahwa Polda Jawa Tengah kembali melakukan kriminalisasi terhadap ulama. Pasalnya semua prosedur penyelidikan dan penyidikan sudah berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku di KUHAP.

"Semua sudah kami ikuti prosesnya, jadi tidak semena-mena penyidik menetapkan dia sebagai tersangka, tidak seperti itu. Semua prosesnya bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. Kalau ada misalnya ada yang keberatan, silakan saja," kata Syahar. 

Sumber : Bisnis/JIBI

Kolom 23 hours ago

Pesan dari Kyoto