Tiga Penelitian Ini Dapat Bantuan Dana Rp31 Miliar

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir. (Antara/M Agung Rajasa)
13 Februari 2019 01:00 WIB Ayu Prawitasari Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bekerja sama dengan Newton Fund menyediakan dana riset senilai Rp31 miliar untuk tiga riset kebencanaan. Penelitian dilakukan selama tiga tahun.

Latar belakang dana itu adalah adanya 2.564 bencana alam di Tanah Air sepanjang 2018. Jumlah tersebut berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bencana alam ini tidak hanya mengakibatkan kerugian material, namun juga korban jiwa.

Newton Fund mendanai tiga judul proposal penelitian yang dipilih dari sekitar 20 proposal. Pertama soal pengelolaan badan Sungai Ciliwung oleh peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan University of Huddersfield.

Kedua tentang prediksi banjir jangka menengah di beberapa pusat kota Jawa seperti Jakarta, Bandung, dan Solo oleh peneliti dari ITB dan Durham University. Ketiga tentang hujan ekstrem dan efeknya pada kejadian banjir oleh peneliti dari Universitas Jenderal Soedirman dan Newcastle University.

Pemerintah menjadikan penelitian di bidang kebencanaan sebagai salah satu program utama. Tujuannya memetakan, mencari solusi, dan mencegah jatuhnya korban akibat bencana alam. Hal tersebut disampaikan Menristekdikti Moh. Nasir saat Peluncuran Kerja Sama Riset Kebencanaan Indonesia–Inggris melalui Program Newton Fund di Ruang VIP Lantai 2 Gedung D Kemenristekdikti, Kamis (7/2/2019) seperti dilansir laman ristekdikti.go.id, Jumat (8/2/2019).

Nasir meluncurkan program ini bersama Duta Besar Kerajaan Inggris untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, Moazzam Malik. “Risetnya dilakukan Kemenristekdikti yang berkolaborasi dengan UK dengan Newton Fund maupun [dengan dana] dari Indonesia. Setelah itu mengedukasi pada mahasiswa atau masyarakat kampus. Masyarakat kampus inilah yang mengedukasi masyarakat supaya masyarakat paham kita di ring of fire. Kita dikatakan negara rawan dilanda bencana, tapi kita harus tahu bencana itu sendiri, bagaimana timbulnya bencana, bagaimana bisa menghindari bencana. Dengan demikian tidak terjadi korban yang berkelanjutan,” kata Nasir.

Kemenristekdikti mengadakan kerja sama dengan Departemen Bisnis Energi dan Strategi Industri Inggris melalui Newton Fund untuk mendanai penelitian terbaik dalam bidang hidrometeorologi (yang membahas hujan lebat beserta dampaknya). Tiga penelitian terbaik di bidang kebencanaan hidrometeorologi mendapatkan 31 miliar rupiah untuk pendanaan riset dalam jangka waktu tiga tahun.

Satu peneliti Indonesia akan berkolaborasi dengan satu peneliti Inggris untuk meneliti kebencanaan. Nasir menambahkan kerja sama riset kebencanaan dengan skema pendanaan Newton Fund berfokus pada bidang bencana hidrometeorologi.

“Bencana banjir dan longsor tidak hanya mengancam keberlangsungan hidup masyarakat, namun juga perkembangan ekonomi Indonesia. Ilmuwan terbaik Inggris dan Indonesia akan saling belajar agar bisa membuat suatu perubahan besar serta menginspirasi generasi ilmuwan muda berikutnya,” kata Duta Besar Inggris Moazzam Malik.