Wakil Menlu Malaysia Dituntut Mundur Akibat Dugaan Bohong Soal Gelar Akademis

Wakil Menteri Luar Negeri Malaysia, Marzuki Yahya. (The Star)
10 Februari 2019 07:30 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, KUALA LUMPURWakil Menteri Luar Negeri Malaysia, Marzuki Yahya, dituntut mundur karena diduga berbohong soal latar belakang pendidikannya. Pihak oposisi menudingnya memalsukan gelar sarjana administrasi bisnis yang diperolehnya.

Tuntutan mundur bermula setelah gelar akademis Marzuki Yahya dimuat di ensiklopedia daring, Wikipedia. Dalam tulisan itu, dia disebut sebagai lulusan Cambridge University yang tersohor di Inggris. Namun, dia kemudian mengklarifikasi pernyataan itu. Dia mengatakan bukan lulusan dari universitas terkenal di Inggris itu.

Marzuki Yahya mengatakan, kampus tempatnya menimba ilmu bernama Cambridge International University di Amerika Serikat. Pernyataan tersebut menuai kritikan pedas dari sejumlah pihak yang akhirnya menuntutnya mundur.

Menanggapi kritikan tersebut, Marzuki Yahya menyerahkan nasibnya kepada Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad. Dia pasrah dengan keputusan yang diambil Mahathir Mohamad tentang kariernya.

"Saya menyerahkan sepenuhnya semua keputusan terbaik kepada Perdana Menteri. Bagaimana pun keputusannya atas posisi saya sebagai Wakil Menteri Luar Negeri sangat penting," kata Marzuki Yahya seperti dilansir The Star, Sabtu (9/2/2019).

Marzuki Yahya yang kredensial akademisnya dipertanyakan menambahkan, informasi di Wikipedia bisa diedit oleh siapapun. Dia juga tidak pernah tahu siapa orang yang menulis informasi tersebut. "Wikipedia bisa diedit oleh siapa saja. Saya tidak pernah meminta orang lain melakukannya," sambung Marzuki Yahya.

Politikus berusia 49 tahun itu menegaskan, menjalani kuliah jarak jauh jurusan logistik. Dia akhirnya meraih gelar sarjana administrasi jarak jauh dari Cambridge International University, Amerika Serikat. "Saat ditanya oleh media, saya dengan jelas mengatakan gelar ini berasal dari Cambridge International University di Amerika Serikat. Bukan dari Cambridge University di Inggris. Bukan niat saya berpura-pura mendidik Cambridge University," tegas Marzuki Yahya.