Solopos Hari Ini: Bus Menikmati Tol Trans-Jawa, Truk Gigit Jari

Harian Umum Solopos edisi Sabtu (9/2 - 2019). (Solopos.com/Rohmah Ermawati)
09 Februari 2019 10:45 WIB Rohmah Ermawati Nasional Share :

Solopos.com, SOLO --- Perusahan otobus mendapatkan berkah dari tersambungnya tol Trans-Jawa sepanjang 933 kilometer. Namun kondisi sebaliknya dialami pengusaha truk yang menghindari tol karena tarif dirasa lebih mahal.

PO memlih melintasi tol yang menyambungkan Merak, Banten, hingga pasuruan, jawa Timur, karena menghemat waktu tempuh dan bisa menekan biaya operasional. Sedangkan sopir truk memilih tak melintasi tol Trans-Jawa kaerna tarif tol dinilai terlalu mahal dan tidak masuk skema di perusahaan truk.

Kabar mengenai dampak beroperasinya tol Trans-Jawa itu menjadi headline pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Jumat (9/2/2019). Berita tersebut bisa disimak secara lengkap di E-Paper Solopos.

Selain itu, halaman utama Solopos juga menyajukan kabar lain seputar 530 kabupaten/kota membuka lowongan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), jumlah korupsi di jateng terbanyak kedua di Indonesia, serta berdirinya lapangan sepak bola dengan rumput berstandar internasional di Surowedanan, kecamatan Boyolali Kota, Boyolali.

530 Kabupaten/Kota Buka Lowongan PPPK

JAKARTA-BKN menyatakan perekrutan PPPK akan diikuti 53 kabupaten kota. Pendaftaran seleksi PPPK akan dimulai Minggu (10/2). Perekrutan PPPK kali ini akan difokuskan untuk pegawai honorer di bidang pendidikan, kesehatan dan pertanian.

Simak selengkapnya di laman E-Paper Solopos. 

Sedangkan halaman Soloraya hari ini mengupas tentang SD dan SMP swasta di Kota Solo tidak akan masuk ke dalam sistem pendaftaran peserta didik baru (PPDB) Tahun Ajaran 2019/2020, pameran snei grafis di bentara Budaya Balai Soedjatmoko Solo, aktivitas terkini Gunung Merapi, serta sosok Kabid Kesatuan dan Ketahanan bangsa Bakesbangpol Sragen, Agus Endarto.

BPBD Siapkan Skenario Jika Status Merapi Meningkat

KLATEN-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen mempersiapkan sejumlah skenario jika status aktivitas Merapi meningkat. Plt Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Dhody Hermanu, mengatakan luncuran awan panas yang mengarah ke Kali Gendol, Sleman, DIY, pada kamis (7/2) pukul 18.28 WIB merupakan guguran terpanjang sejak status Merapi level waspada pada 21 Mei 2018 lalu. Namuun guguran tersebut tak sampai memicu kepanikan warga

Baca selengkapnya di E-Paper Solopos.

Kolom 22 hours ago

Pesan dari Kyoto