Dobrak Tradisi, Kakak Raja Thailand Dicalonkan Jadi Perdana Menteri

Putri Ubolratana Rajakanya Sirivadhana Barnavadi, kakak sulung Raja Thailand Maha Vajiralongkorn. - Aljazeera.net
08 Februari 2019 13:48 WIB R Bambang Aris Sasangka Internasional Share :

Solopos.com, BANGKOK – Tradisi bahwa keluarga Kerajaan Thailand tidak ikut campur langsung dalam politik terpatahkan setelah kakak perempuan Raja Maha Vajiralongkorn dicalonkan sebagai perdana menteri untuk pemilihan umum 24 Maret mendatang.

Putri Ubolratana Rajakanya Sirivadhana Barnavadi, 67, yang merupakan kakak sulung Raja Maha Vajiralongkorn, dicalonkan oleh partai yang loyal kepada mantan perdana Menteri Thaksin Shinawatra. Pencalonan Putri Ubolratana ini diketahui dari dokumen pendaftaran pada Jumat (8/2/2019). "Partai telah mencalonkan Putri sebagai kandidat tunggal,” ujar Ketua Partai Thai Raksa Chart Preechapol Pongpanich dalam jumpa pers setelah menyerahkan dokumen pencalonan ke Komisi Pemilihan Umum Thailand.

"Dia sangat dikenal, cerdas, dan sangat tepat. Saya yakin takkan ada masalah hukum terkait kualifikasinya, namun kami harus menunggu pengesahan Komisi Pemilihan Umum,” imbuh Preechapol. Komisi Pemilihan Umum harus mengesahkan para calon pada Jumat pekan depan.

Sejak 1932 Thailand adalah negara monarki konstitusional dan keluarga kerajaan, khususnya yang memiliki hubungan darah terdekat atau langsung dengan raja yang berkuasa tak pernah terlibat langsung dalam politik. Akan tetapi keluarga kerajaan masih tetap menjadi kekuatan yang berpengaruh dan masih sangat dipuja oleh jutaan rakyat Thailand. Belum jelas apakah pencalonan Ubolratana mendapat persetujuan dari pihak Istana.

Ubolratana yang merupakan putri sulung Raja  Bhumibol lahir di Lausanne, Swiss, pada 1951. Dia belajar matematika dan biokimia di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, dan kemudian mendapat gelar magister dalam ilmu kesehatan umum dari University of California at Los Angeles. Dia mencopot seluruh gelar kerajaannya pada 1972 saat menikah dengan teman kuliahnya yang orang Amerika di MIT, Peter Jensen. Dia tinggal di AS selama lebih dari 26 tahun sebelum kemudian bercerai pada 1998. Ubolratana kemudian tinggal permanen di Thailand sejak 2001 dan ikut menjalankan tugas-tugas formal mewakili keluarga kerajaan. Meski begitu dia tetap tidak mendapatkan kembali gelar-gelar resminya. Dia biasa dipanggil dengan sebutan hormat “Tunkramom Ying” atau “Putri Ibu Suri,” dan tetap mendapat perlakuan sebagai anggota penuh keluarga kerajaan.

Meski begitu dia takkan mendapat perlindungan dari hukum perlindungan keluarga kerajaan yang sangat ketat atau lese majeste yang bisa membuat orang diadili dan dihukum jika dianggap menghina raja dan keluarganya.

Selama ini Ubolratana dikenal dengan kegiatan amal "To be Number One" yang bertujuan membantu generasi muda menghindari dari jeratan narkoba. Dia juga sering tampil dalam sejumlah sinetron dan film Thailand.

Sumber : Reuters