Kesal Berita Prostitusi Artis, Karni Ilyas Ngaku Sering Ngamuk di Kantornya

Foto artis dan model mucikari Vanessa Angel dipamerkan. (Suara.com - Achmad Ali)
08 Februari 2019 21:30 WIB Peni Widarti Nasional Share :

Solopos.com, SURABAYA -- Praktisi media televisi Karni Ilyas menilai berita prostitusi yang melibatkan artis dan ramai ditayangkan di berbagai media secara berturut-turut tidak memiliki kepentingan publik. Dia bahkan mengakui sering marah kepada awak medianya soal berita-berita tersebut.

"Saya enggak suka kalau privasi seseorang diulik. Saya berkali-kali ngamuk di media saya, ngapain kabar pelacuran dan ganjeng banget. Kasus-kasus semacam itu tidak ada kepentingan umum sama sekali, itu privasi orang," jelasnya saat menjadi narasumber The Editor's Talk yang digelar Forum Pemred, Jumat (8/2/2019).

Karni mengatakan dirinya punya kebijakan bahwa kasus prostitusi online yang menyeret artis Vanessa Angel itu sama halnya dengan kasus perselingkuhan yang tidak ada kepentingan publik. Bagi Karni Ilyas, kasus perselingkuhan adalah ranah privat.

"Kecuali kalau gambar-gambar porno itu disebar bahkan sampai ke anak-anak. Jadi apa sih kepentingan umumnya dalam kasus itu? Bagi saya agak tanda tanya," ujarnya.

Menurut Karni, seseorang boleh diekspose kalau sudah menjadi tersangka. Bahkan privasi keluarganya tidak boleh diekspos karena itu akan menghancurkan masa depan seseorang.

Karni menambahkan dirinya setuju ada larangan dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) jika anak-anak sebagai korban agar identitasnya disembunyikan. Namun, jika korban itu sudah meninggal, maka identitas tidak perlu disembunyikan atau disamarkan.

"Ini karena kita mau memperjuangkan suara korban yang sudah meninggal, yang bisa kita tolong adalah keadilan untuk dia. Saya mewakili suara korban-korban yang sudah tidak bisa bersuara lagi. Itulah fungsi pers, kalau semua ditutup saya tidak bisa memperjuangkan itu," imbuhnya.

Sumber : Bisnis/JIBI