Mudah! Begini Cara Mencoblos Pemilu 2019 di Luar Alamat KTP

Ilustrasi surat suara pemilihan umum. (Bisnis/Dwi Prasetya)
08 Februari 2019 19:00 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Bagi masyarakat yang alamat di kartu tanda penduduknya (KTP) tidak sama dengan lokasi tinggal saat ini tidak perlu takut kehilangan hak memilih di Pemilu 2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan kemudahan dalam pengurusan.

Komisioner KPU Viryan Aziz mengatakan bahwa masyarakat ditunggu hingga 17 Februari 2019 untuk mengurus dokumen. Yang harus dilakukan calon pemilih adalah mengurus dokumen pindah memilih atau formulir model A5.

“Mengurus dokumen pindah memilih yang disebut dengan formulir model A5 dari daerah asal atau di daerah tujuan. Dan prosesnya sangat mudah hanya membawa e-KTP menunjukan kepada petugas kami,” katanya di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Viryan mencontohkan apabila ada seseorang akan memilih di Jakarta Barat tapi alamat sesuai KTP di Magelang, dia bisa mengurus kepindahannya di KPU Magelang. Akan tetapi apabila posisinya sudah berada di Jakarta, maka yang bersangkutan hanya perlu membawa e-KTP ke KPU Jakarta Barat.

Kemudian, petugas KPU akan melakukan pengecekan apakah benar orang tersebut sudah terdaftar di Magelang. Kalau sudah terdaftar di Magelang, maka data calon pemilih itu akan dipindahkan.

Orang yang sudah bisa memilih di Jakarta ini akan dihapus pendaftarannya di Magelang agar tidak ada data ganda. Dengan demikian, calon pemilih ini nantinya masuk dalam kategori daftar pemilih tambahan atau DPTb.

Akan tetapi orang yang pindah dari Magelang ke Jakarta Barat ini hanya bisa mencoblos surat suara untuk calon presiden. Sedangkan untuk surat suara calon anggota DPR, calon anggota DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, dan DPD tempat asal, dia tidak mendapatkan. Hal ini karena dia memilih di luar daerah pemilihan. Aturan ini berlaku pula untuk pemilih yang pindah ke tempat lainnya.

“Dan kita mengajak masyarakat untuk menyelesaikan sejak dini. Jangan nanti diselesaikan misalnya datang di hari H di tanggal 17 April baru datang ke TPS [tempat pemungutan suara]. Kalau sudah seperti itu sulit sekali dan sudah tidak bisa lagi,” jelasnya.

Sumber : Bisnis/JIBI